Selasa, 14 Desember 2021 09:30:51

Polisi Cari Penanggungjawab Ormas Kuasai Ribuan Meter Lahan Tanpa Hak di Kemayoran

Polisi Cari Penanggungjawab Ormas Kuasai Ribuan Meter Lahan Tanpa Hak di Kemayoran

Beritabatavia.com - Berita tentang Polisi Cari Penanggungjawab Ormas Kuasai Ribuan Meter Lahan Tanpa Hak di Kemayoran

Polres Metro Jakarta Pusat masih mencari penanggungjawab ormas yang menguasai bangunan dan ribuan meter lahan tanpa hak atau izin di wilayah ...

Polisi Cari Penanggungjawab Ormas Kuasai Ribuan Meter Lahan Tanpa Hak di Kemayoran Ist.
Beritabatavia.com -

Polres Metro Jakarta Pusat masih mencari penanggungjawab ormas yang menguasai bangunan dan ribuan meter lahan tanpa hak atau izin di wilayah Kemayoran, Jakarta Pusat.

Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Setyo K.Hariyatno mengatakan,terdapat tiga bidang tanah yang dikuasai oleh ormas Pemuda Pancasila dan FBR (Forum Betawi Rempug) di wilayah Kemayoran.

“Untuk penetapan tersangka masih belum kita lakukan, hanya kita amankan asetnya, tentunya untuk aset ini masih harus meneliti lebih dalam siapa yang harus bertanggung jawab, dan ini masih dalam penyidikan, yang jelas aset ini dikuasai oleh Pemuda Pancasila dan FBR,” kata Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Setyo K. Heriyatno.

Wakapolres megungkapkan, pada awalnya tindakan yang dilakukan oleh pihak kepolisian yaitu karena adanya laporan pertama dari Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

“Langkah-langkah yang telah dilakukan oleh LMAN sudah cukup panjang, salah satunya telah dilakukan negosiasi sebanyak dua kali, namun tidak menemukan jalan. Kemudian, dari LMAN melaporkan hal ini ke Polres Metro Jakarta Pusat,” tutur Setyo dalam konferensi pers, di Aula lantai 3, Mapolres Jakpus.

Berikutnya, Polres Jakpus dibantu bersama Tiga Pilar mengamankan bangunan tersebut dan sudah diberi garis polisi (police line).

Wakapolres juga menambahkan dua bidang tanah selanjutnya ialah laporan dari PT Oceania yang merupakan pemilik HGB terhadap tanah Blok B 2 dan B 3 yang luasnya masing-masing sekitar 13 ribu meter persegi dan 12 ribu meter persegi.

Di atas lahan tersebut didirikan lapangan futsal dan badminton, serta bangunan semi permanen petak kios kemudian disewakan dengan tarif 3 juta per tahun oleh FBR. Saat dilakukan penyegelan tidak terdapat hambatan dan perlawanan dari ormas yang bersangkutan.

“Saat dilakukan penyegelan terhadap ruko tersebut, ormas PP tidak melakukan perlawanan, dikarenakan kita juga bekerja sama dengan tiga pilar dan PP sudah meninggalkan tempat dari ruko tersebut. Saat ini posisi ruko tersebut sudah dalam keadaan police line,” jelasnya.

Dalam kasus ini persangkaan pasal yang diterapkan adalah pasal 385 juncto 167 KUHP dan untuk kantor PP dikenakan pasal 167 KUHP. O red/son

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Jumat, 24 Desember 2021
Kamis, 23 Desember 2021
Kamis, 23 Desember 2021
Rabu, 22 Desember 2021
Rabu, 22 Desember 2021
Selasa, 21 Desember 2021
Selasa, 21 Desember 2021
Selasa, 21 Desember 2021
Selasa, 21 Desember 2021
Senin, 20 Desember 2021
Senin, 20 Desember 2021
Senin, 20 Desember 2021