Rabu, 06 April 2022 10:08:19

Disrupsi Digital Ancaman 'Mematikan' Karyawan Bank

Disrupsi Digital Ancaman 'Mematikan' Karyawan Bank

Beritabatavia.com - Berita tentang Disrupsi Digital Ancaman 'Mematikan' Karyawan Bank

Para pengamat dan ekonom telah memprediksi fenomena teller akan digantikan oleh mesin dan kecerdasan buatan. Bahkan, Vikram Pandit, Executive ...

Disrupsi Digital Ancaman 'Mematikan' Karyawan Bank Ist.
Beritabatavia.com - Para pengamat dan ekonom telah memprediksi fenomena teller akan digantikan oleh mesin dan kecerdasan buatan. Bahkan, Vikram Pandit, Executive Officer Citigroup Inc era 2007-2012, mengatakan kepada Bloomberg TV pada 2017 bahwa teknologi artificial intelligence dan robot akan menghilangkan pekerjaan bank dalam 30 tahun ke depan. Kemudian menggerus jumlah karyawan perusahaan indsutri perbankan. 

Meskipun menjadi ancaman bagi para pekerja diberbagai sektor yang harus beralih ke digital lantaran kondisi psikologis konsumen yang berubah. Tetapi disrupsi digital kini menjadi sebuah keniscayaan. Proses disrupsi digital ini kian cepat dipicu pandemi Covid-19 yang melanda dunia. Masyarakat mendidik dirinya sendiri untuk menjadi lebih adaptif dengan digital.

Salah satu sektor yang mengalami disrupsi digital adalah sektor perbankan. Setiap bank nantinya harus menjadi bank digital. Hal ini membawa dampak yang besar para karyawan bank. Diprediksi beberapa pekerjaan disektor perbankan, seperti teller hingga back office akan hilang. Jumlah karyawan sektor ini mencapai jutaan orang.

Dampak buruk itu nyata dan sedang berlangsung. Seperti laporan keuangan emiten perbankan utama,dalam lima tahun terakhir telah mengurangi jumlah karyawannya secara perlahan, bahkan ada yang memangkas hingga ribuan pekerjaan dalam periode tersebut.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, disrupsi dan transformasi digital menjadi tantangan global, tidak eksklusif terjadi di Indonesia. Meski disrupsi digital menghilangkan beberapa pekerjaan namun juga memunculkan ekonomi-ekonomi baru.

"Transformasi digital itu memunculkan ekonomi-ekonomi baru. Katakanlah teller dan back office bank mungkin akan hilang, tetapi pasti akan memunculkan services baru yang dibutuhkan masyarakat," kata Sri Mulyani.

Pernyataan Sri Mulyani juga diamini oleh bos-bos bank kelas kakap di tanah Air yang saat ini turut menyiapkan sejumlah strategi terkait hal tersebut.

Direktur Treasury & International Banking PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Panji Irawan mengungkapkan, strategi perusahaan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan memberikan pendidikan dan melakukan pemetaan talent yang dimiliki oleh parateller.

Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), Royke Tumilaar, akhir tahun lalu kepada CNBC Indonesia mengungkapkan, tren berkurangnya peran teller bank memang sudah dimulai. Saat ini, banyak nasabah BNI yang menggunakan mobile banking sehingga volume transaksi yang membutuhkan bantuan teller mulai berkurang banyak. 0 son

Berita Lainnya
Selasa, 26 Maret 2024
Rabu, 06 Maret 2024
Rabu, 06 Maret 2024
Selasa, 05 Maret 2024
Selasa, 05 Maret 2024
Kamis, 29 Februari 2024
Kamis, 15 Februari 2024
Senin, 12 Februari 2024
Senin, 05 Februari 2024
Rabu, 31 Januari 2024
Kamis, 11 Januari 2024
Rabu, 10 Januari 2024