Beritabatavia.com -
Bagi pengendara yang biasa melintasi kawasan Jl Pemuda,Rawamangun, Jakarta Timur, mulai dari perempatan Arion hingga Jl Pulo Lio sepanjang 2,5 kilometer, sebaiknya menghindari jalan tersebut pada Minggu (10/10). Sebab, di saat bersamaan jalan itu ditutup seiring digelarnya kegiatan hari bebas kendaraan bermotor (HBKB).
Pada pelaksanaannya nanti sejumlah kendaraan yang kerap melintasi Jl Pemuda akan dialihkan ke ruas jalan yang lain mulai pukul 06.00-12.00. Acara akan dimeriahkan oleh pagelaran seni musik, bazar, dan olahraga massal di sepanjang jalan yang dipusatkan di depan gedung ACE Hardware, ujar Andi Setiadi, Kasubid Pengawasan dan Pengendalian Kantor Pengelola Lingkungan Hidup (KPLH), Jakarta Timur, Senin (4/10).
Andi mengakui lokasi yang akan dijadikan tempat acara merupakan lokasi yang sama pada penyelenggaraan HBKB sebelumnya. Sebab, pihaknya belum menemukan lokasi alternatif yang lain selain di Jl Pemuda. Beberapa lokasi alternatif lain yang sebelumnya akan dijadikan tempat pelaksanaan HBKB di Jakarta Timur di antaranya Jl Radin Inten dan Jl Raya Cijantung. Namun karena terbatas oleh lebarnya jalan dan padatnya kendaraan, akhirnya kembali dibatalkan.
Kami memilih lokasi jalanan yang lebar untuk beberapa arena permainan dan bazar. Selain itu volume kendaraan yang melintas juga tidak terlalu padat serta memiliki jalur alternatif untuk pengguna jalan yang lain. Sehingga pelaksanaan HBKB tidak merugikan masyarakat, tambahnya.
Dari pelaksanaan HBKB yang digelar pihaknya pada Maret 2010 lalu, terbukti efektif menurunkan kadar asap kendaraan bermotor berbahan bakar bensin (karbon monoksida), solar (nitrogen monoksida) dan debu (partikulat molekul).
Jika pada hari biasa, karbon monoksida yang dihasilkan sebesar 76,84 persen turun menjadi 60,69 persen. Sedangkan nitrogen monoksida dari yang sebesar 85,02 persen menjadi 67,76 persen. Sementara itu partikulat molekul dari yang sebesar 63,47 persen menjadi 42,20 persen.
Hasil tersebut didapat dari alat pemantau kualitas udara yang dipasangkan mulai dari H-7 sebelum pelaksanaan HBKB sampai H+7 setelah pelaksanaan HBKB. Untuk HBKB nanti, alat pemantau kualitas udara tersebut akan dipasang di gedung Diklat Pertamina Jl Pemuda, Jakarta Timur.O brn