Beritabatavia.com -
Pembangunan jalan tol Cijago (Cinere-Jagorawi) hendaknya memperhatikan jalur gas alam yang dibangun Pertamina antara Serpong-Pamulang-Cinere-Sawangan-Depok. Sebenarnya jalur gas ini juga sampai di Jatiasih, Cibubur, Jakarta Timur.
Warga sekitar yang terkena pembebasan tanah berharap agar pembebasan tanah tersebut yang sudah dimulai tahun ini akan tetap memperhatikan jalur pipa gas ini.
Kalau nanti jalan tol ini jadi dibangun, hendaknya memperhatikan jalur gas ini. Biasanya dengan adanya jalan tol, daerah ini menjadi cepat berkembang. Kami khawatir, dengan adanya pembangunan,baik warga pendatang maupun developer tidak memperhatikan jalur ini, ujar Yuli, warga Limo, Cinere, Depok, Sabtu (9/10).
Yuli juga berharap nilai penggantian yang diajukan akan sesuai, asalkan dia bisa membeli rumah baru. Harapan Yuli adalah harapan warga Krukut, Limo yang daerahnya akan tergusur proyek jalan tol. Dalam peta rencana pembangunan jalan tol, akan ada dua proyek jalan tol, yaitu tol Cinere-Jagorawi sepanjang 14,6 kilometer dan tol Depok-Pangeran Antasari, Cilandak Jaksel, sepanjang 22 kilometer yang akan bertemu di daerah Krukut.
Jadi, dapat dibayangkan, akan seperti apa wilayah Krukut ketika dua jalan tol itu selesai dibangun dan beroperasi. Jika interchange Krukut selesai, daerah ini diproyeksikan akan menjadi pusat bisnis dan komersial. Perkembangan Krukut akan mengikuti daerah Cibubur dan Margonda yang sebelumnya juga daerah hijau dan sejuk.
Ketika pintu tol Cibubur dibuka, daerah Cibubur langsung hidup. Pengembang berdatangan dan membangun kawasan perumahan serta pusat bisnis di sana. Demikian juga ketika Jalan Margonda dibangun untuk mendukung kehadiran Kampus Universitas Indonesia, daerah Beji dan sekitarnya pun bergairah.
Daerah Krukut diprediksi akan melebihi Cibubur dan Margonda. Pertemuan dua jalan tol pasti akan menghidupkan kawasan ini, kata tokoh masyarakat Krukut, Hamzah Harun, beberapa waktu lalu. O brn