Beritabatavia.com -
RIBUAN pekerja lokal PT Drydock Naninda, Tanjung Uncang Batam, perusahaan galangan kapal terbesar di Batam, marah lalu membakar dan merusak beberapa mobil serta sebuah gudang perusahaan, Kamis (22/4). Amarah mereka meledak menyusul penghinaan yang dilakukan seorang pekerja India saat memarahi bawahannya sekitar pukul 08.00. Penghinaan itu didengar oleh pekerja lain.
Ribuan pekerja galangan itu pun melakukan sweeping terhadap pekerja India. Mereka membakar workshop dan kantor di galangan kapal tersebut. Mereka juga sempat menghalangi unit pemadam kebakaran yang datang ke lokasi. Namun, setelah Brimob datang mobil pemadam kebakaran berhasil masuk ke lokasi untuk melakukan pemadaman.
Polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam aksi amuk pekerja lokal tersebut. Korban jiwa belum ada. Info yang saya dengar 12 kendaraan rusak, itu mobil dinas. Diduga karena ada isu SARA, kata Wakadiv Humas Mabes Polri Kombes Pol Zainuri Lubis saat dihubungi wartawan di Jakarta. Dia menjelaskan, aksi pembakaran tersebut merupakan aksi spontanitas saja. Ada manajer yang marah dengan karyawan orang Indonesia, mungkin mengatakan sesuatu yang menghina, tegasnya.
Sejauh ini pekerja asing yang diduga memicu kemarahan para pekerja lokal di PT Drydok Naninda, Tanjung Uncang Batam tersebut, telah diamankan petugas kepolisian. Kami sudah amankan dan dalam proses penyidikan, kata Humas Polda Kepulauan Riau AKBP Anggaria Lopis. O okz/lop