Beritabatavia.com -
Percepatan perwujudan pusat kawasan terpadu mandiri (KTM) sebagai pusat pertumbuhan dan embrio kota baru yang akan diisi para transmigran wajib dikembangkan oleh Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi bekerjasama dengan seluruh pemangku kepentingan. Mulai tahun ini hingga 2014 akan dibangun 35 KTM di berbagai daerah, seperti di Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan dan Papua. Saat ini, terdapat 44 KTM yang dibangun pemerintah mulai 2005-2009.
Menurut Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, pembangunan KTM bersifat multidimensional dan multipihak, maka Kemenakertrans menjalin kerja sama dengan berbagai pihak terkait, baik lintas sektor dan wilayah, maupun swasta untuk membangun dan mengembangkan KTM.
KTM sudah menjadi icon Kemenakertrans, karena itu program ini perlu terus ditingkatkan, termasuk pembangunan KTM di kawasan perbatasan yang diharapkan berperan sebagai beranda depan negara dan security belt (sabuk pengaman) nusantara, ujarnya usai Workshop Percepatan Perwujudan Pusat Pertumbuhan Kota Baru di Kawasan Transmigrasi, (Rabu 13/10).
Muhaimin melanjutkan,beberapa bangunan fisik di pusat KTM yang telah berdiri perlu dimanfaatkan untuk kepentingan pengembangan kawasan, apalagi pusat pertumbuhan ekonomi baru akan bermunculan dengan adanya kawasan ini. O ant/brn