Beritabatavia.com -
Dana yang dibutuhkan untuk Pemilukada Depok untuk dua putaran yang disiapkan adalah Rp 33 miliar. Putaran kedua diadakan apabila ada kontestan yang belum mencapai lebih dari 30 persen jumlah suara.
Anggota KPU Depok, Impi Khani Badjuri mengatakan untuk tahap pertama dikucurkan Rp15 miliar.Dana tahap pertama digunakan untuk pengadaan kotak suara,TPS, honor anggota KPU dan honor Pantia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan suara (PPS), serta logistik, ujarnya pada wartawan di Kantor KPU Depok, Kamis (14/10).
Sementara dari keempat calon walikota Depok ada yang diperkirakan tidak memilih di Depok, karena calon no 4, Badrul Kamal mendaftar ke KPU dengan domisili di Ciawi, Bogor. Namun wakilnya, Agus Supriyanto, berdomisili di Cimanggis. Calon no2, Yuyun Wirasaputra-Pradi Supriatna berdomisili di Beji dan Kukusan. Sementara calon no1, Gagah Sunu Sumantri-Derry Drajat juga memilih di Depok karena berdomisili di Pancoran Mas dan Sukmajaya. Incumbent NurMahmudi Ismail berdomisli di Cimanggis, wakilnya Idris Abdul Shomad berdomisili di Sukmajaya.
Sementara mengenai real count atau perhitungan jumlah suara sementara yang masuk, menurut Impi, KPU kota Depok akan mengeluarkannya. Kami akan mengeluarkan jumlah suara yang masuk dari 1920 TPS atau sekitar 80 persen dari jumlah total TPS yaitu 2400, pungkasnya. O brn