Beritabatavia.com -
BERBEDA dengan sejarah awalnya sebagai semacam identitas diri seseorang, tato sempat dikaitkan dengan segala sesuatu yang sangar. Mereka yang merajah tubuhnya nyaris selalu dituding sebagai preman. Seiring perjalanan waktu, imej negatif tersebut luntur. Kini, seni merajah tubuh dengan berbagai gambar, simbol, dan tulisan tersebut dipandang semata-mata sebagai bagian dari seni. Bahkan, sebagai bagian dari gaya hidup. Tak heran kalau kaum hawa pun kian banyak yang merajah tubuhnya, termasuk mereka yang berprofesi sebagai artis. Entah itu tato permanen atau sementara. Tak sebatas di bagian tubuh yang selalu tertutup pakaian melainkan di bagian yang mudah terlihat, seperti di punggung kaki, betis, tangan, dan leher.
Sebut saja Melanie Subono (33). Dia gemar menato tubuhnya dengan berbagai gambar, tetapi bukan sembarang tato. Tato yang menghiasi tubuh Melanie menceritakan kisah hidupnya. Gue tidak suka nulis cerita hidup gue di buku kayak orang lain. Jadinya gue bikin tato, ungkapnya beberapa waktu lalu.
Penyanyi yang akrab disapa Mel ini memiliki tujuh tato yang menghiasi tangan, kaki kiri dan kanan, serta punggungnya. Mel mengatakan semua tato di tubuhnya itu memiliki makna khusus baginya. Setiap tato ini punya kisah sendiri. Sayang kalau kita bikin tato tapi nggak memiliki makna, tuturnya.
Mel punya aturan mengenai tempat-tempat dia membuat gambar-gambar istimewanya. Dia menghindari leher atau pipi untuk tatonya. Nggak lah, gue mikirnya pasti suatu saat menghadiri acara-acara resmi. Nggak sopan banget kalau pakaian gue resmi, semisal pakai kebaya, tapi tato kelihatan banget. Meski gue rock and roll, gue masih menjaga adat ketimuran. Gue masih sungkem sama ortu. Kalau dipanggil masih bilang, 'dalem' (iya dalam bahasa Jawa). Apalagi gue juga kan seorang wanita, nggak ingin permalukan Papa, jelas putri sulung promotor musik Adrie Subono ini.
Menurut Mel, penampilan luar tak selalu mencerminkan sifat seseorang. Termasuk penilaian miring yang sering dialamatkan kepada orang yang bertato. Gue nggak takut. Bisa dilihat kan sekarang ternyata banyak juga yang tampilannya pakai dasi, rapi, malah berbuat kejahatan yang lebih ngerugiin orang lain dibanding orang yang tampilannya bertato, jelasnya.
Wanita kelahiran Hamburg, Jerman ini, tak menampik kalau sempat mengalami konflik dengan keluarga gara-gara tato. Awalnya iya, terutama dari Mama. Malah gue sering dibandingin sama saudara, bagaimana seorang wanita itu seharusnya. Namun gue bisa buktiin kalau sampai saat ini gue masih baik. Nggak pernah nyentuh drug atau nyolong. Gue ingin bilang kalau tato ini hanya sebuah seni, tandasnya.
Salah satu tato Mel bergambar sebuah dadu serta nomor yang mengandung arti singkatan. Ini tato intinya melambangkan perubahan yang sangat penting dalam hidup gue, tambah pemilik album
Myself ini tanpa mau menjelaskan artis singkatan yang ada di tatonya itu.
Senada dengan Melanie Subono, aktris dan model Fahrani Pawaka Empel (25) juga mengaitkan tato yang ada nyaris di sekujur tubuhnya dengan berbagai peristiwa dalam hidupnya. Wanita yang tergila-gila dengan tato ini mulai merajah tubuhnya saat masih berusia 15.
Semua tato miliknya dibagi dalam dua bagian. Bagian pertama yang diukir mulai dari kaki kiri hingga lengan kiri dia sebut sebagai ‘taman.’ Sementara sejumlah tato di tubuh bagian kanan dia sebut sebagai ‘koran.’ Di bagian ‘taman’, tepatnya di bagian kaki, pemain film
Radit & Jani ini mengukir sejumlah tato binatang seperti ikan dan burung. Naik ke lengan kiri, berbagai ukiran bunga seperti kamboja, tulip, dan anggrek bulan. Fahrani mengungkapkan, namanya dalam bahasa Cina memiliki arti bunga.
Sesuai namanya, sejumlah ukiran berbentuk tulisan hadir di bagian ‘koran.’ Tulisan-tulisan tersebut antara lain
faith,
without madness around there is no peace within,
good times, dan nama kedua orangtuanya. Saking keranjingan dengan tato, pemain film
Perjaka Terakhir ini selektif dalam menerima tawaran pekerjaan. Aku ingin ngurangi kegitan modeling. Makanya, tato aku banyak. Jumlahnya sudah nggak kehitung, kata pemilik tinggi 179cm ini.
Aktris lain yang juga menjadikan tato sebagai bagian dari gaya hidupnya adalah Poppy Sovia (25). Pemain film
Mengejar Mas-mas ini mengaku termasuk tipe orang yang suka mengekspresikan diri, di antaranya lewat tato. Gue suka tato lantaran warna dan timbul. Kebetulan gue punya tato gambar burung walet. Itu simbol keuangan, jelasnya.
Wanita yang mulai punya tato saat berusia 21 ini tak pernah sembarangan saat akan merajah tubuhnya. Minimal gue harus masuk studio tato lantaran tempat itu sudah ada standar steril untuk jarumnya. Kalau ditato ada ruangan tersendiri yang nggak boleh ada asap rokok dan itu dijamin steril tempatnya, urai pengoleksi enam tato di badannya ini.
Ditanya mengenai tanggapan keluarga, Poppy tak menampik kalau dia sempat mendapat komplain dari orangtuanya. Dia juga mengaku masih menyimpan sedikit kekhawatiran lantaran tato masih dianggap negatif oleh sebagian orang. Tapi itu merupakan tanggung jawab gue. Gue harus berani dikomplain. Resiko lah lantaran gue yang ngambil keputusan ini, tinggal bagaimana gue menyikapinya aja, katanya.
Tato bergambar kepala kucing di lengan kanan dan peri tanpa sayap di belakang punggung jadi tato paling berkesan bagi Poppy. Soalnya, di selendangnya ada tulisan
No More Lie. Itu karena gue sering boongin diri sendiri. Ternyata nggak enak juga. Dengan adanya tato ini bisa ngingetin gue nggak bohongi diri sendiri dan orang lain, pungkasnya.
Sejumlah artis lain juga menyematkan tato di tubuhnya. Di antaranya Sheila Marcia Joseph dengan tato bintang di bagian belakang kuping sebelah kiri serta lambang
playboy (kepala kelinci jantan) di bagian pusar. Lalu Jennifer Dunn di bagian perut sebelah kanan. Kemudian Ratu Felisha (27). Pemain film
Skandal Cinta Babi Ngepet ini setidaknya merajah tiga tato di tubuhnya. Tato bergambar mahkota di bagian punggung, rantai di pergelangan kaki sebelah kiri, dan sebuah lagi di tempat tersembunyi.
Tato mahkota dengan tulisan
Queen di punggungnya adalah lambang dari namanya. Sementara tato rantai di pergelangan kaki membuatnya senang lantaran serasa memakai rantai kalau sedang berjalan. Sedangkan tato yang dirajah di bagian tersembunyi hanya untuk dinikmati sendiri. Aku mikir buat tato itu lama juga. Mikir resiko dan bakal sakitnya, kata pemain film
Buruan Cium Gue ini.
O berbagai sumber