Selasa, 12 Desember 2023 22:53:21

IPW Berharap Kapolri Atensi Keluhan Seorang Ibu di Pontianak Barat

IPW Berharap Kapolri Atensi Keluhan Seorang Ibu di Pontianak Barat

Beritabatavia.com - Berita tentang IPW Berharap Kapolri Atensi Keluhan Seorang Ibu di Pontianak Barat

JAKARTA - Indonesia Police Watch (IPW) meneruskan pengaduan seorang ibu kepada IPW berisi surat terbuka yang ditunjukkan kepada Kapolri Jenderal ...

IPW Berharap Kapolri Atensi Keluhan Seorang Ibu di Pontianak Barat Ist.
Beritabatavia.com - JAKARTA - Indonesia Police Watch (IPW) meneruskan pengaduan seorang ibu kepada IPW berisi surat terbuka yang ditunjukkan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso berharap Kapolri memberikan atensi pada keluhan ibu tersebut. Sugeng juga menyebut Kapolsek Pontianak Barat diduga tidak memberikan solusi kepada masyarakat.

"IPW berharap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan solusi bagi ibu yg suaminya ditahan, padahal pihak-pihak sudah mau damai," kata Sugeng kepada wartawan, Selasa (12/12/2023).

"Kapolsek ini bukan memberikan solusi malah menghambat dan mempersulit masyarakat. Harus di copot Kapoldanya," tegasnya.


Berikut ini surat terbuka yang ditulis oleh seorang ibu di Pontianak Barat:

Selamat malam Bapak Kapolri.

Demi tegaknya Keadilan..
Tolonggg Kami Bapak..

Bapak Saya Ita, seorang istri yang memiliki 2 orang anak kecil, dengan kondisi hamil 8 bulan, dari suami yang 3 hari lalu masuk penjara di Polsek Pontianak Barat, Pontianak, Kalimantan Barat.

Suami saya dipenjara dengan tuduhan karena telah melakukan pengrusakan di rumah warga, (pintu rumah triplek rusak). Hal itu dilakukan suami saya karena sebelumnya pihak terlapor mengeluarkan kata2 kasar.

Ada dugaan oknum Kapolsek Pontianak Barat mengintervensi permasalahan suami saya, dimana seharusnya pihak pelapor sudah mau damai dan tidak melanjutkan kasus ini ke pihak Kepolisian. 

Dengan syarat harus mengganti rugi pintu yang rusak dan membuat surat pernyataan maaf serta tidak mengulangi lagi perbuatan tersebut. Dan kami menyanggupinya.

Namun setelah bapak Kapolsek ikut dalam mediasi tersebut malah pihak terlapor diduga diperintahkan oleh diduga oknum Kapolsek untuk tidak mencabut laporan dan jangan damai.

Saya beberapa kali ke rumah terlapor dengan membawa anak-anak saya, dalam kondisi sakit asma yang saya alami, bolak balik ke kantor Polsek dan ke rumah terlapor Bapak.

Ke Polsek saya mau ketemu suami saya tidak dibolehkan oleh pihak polisi.

Saya kerumah terlapor berkali-kali namun tidak pernah ketemu,, menurut anak terlapor ada oknum polisi melarang saya bertemu dengan terlapor bapak.

Sungguh kejam dan zholimnya oknum polisi disini bapak..

Restorative Justice yang bapak gaungkan tidak berlaku disini bapak,,

Dimana harusnya polisi menjadi penengah, menjadi solusi dari permasalahan warga, ini malah diduga menjadi provokator dan mengintervensi..

Tolong kami bapak. 

Dikabarkan juga bahwa terlapor memiliki saudara polisi di Kalimantan Barat ini bapak,, dengan seragamnya mereka menzholimi kami, Saya sedang hamil 8 bulan, dengan dua anak umur 1 tahun dan 3 tahun.

Bagaimana Nasib saya yang sebentar lagi melahirkan bapak, anak masih kecil-kecil, karena suami saya khilaf berujung penjara. Padahal terlapor mau damai. Tapi kenapa berubah.


Demi tegaknya keadilan Mohon bantuannya bapak.

Sampai malam ini saya mau ketemu suami ngga bisa, anak-anak menangis sepanjang hari, sampai malam mau ketemu bapaknya tidak bisa.

Mau ketemu terlapor memohon maaf dan belas kasihnya, namun terlapor terkesan disembunyikan, puluhan kali saya ke rumah terlapor namun tidak ketemu.

Sekali lagi demi keadilan bantu kami bapak, saya percaya masih ada polisi Baik di Negara ini.

Terimakasih Bapak..

Berita Lainnya
Senin, 13 Mei 2024
Senin, 13 Mei 2024
Senin, 13 Mei 2024
Senin, 13 Mei 2024
Senin, 13 Mei 2024
Jumat, 10 Mei 2024
Jumat, 10 Mei 2024
Rabu, 08 Mei 2024
Rabu, 08 Mei 2024
Senin, 06 Mei 2024
Senin, 06 Mei 2024
Sabtu, 04 Mei 2024