Beritabatavia.com -
Perampok di Kompleks PLN Senayan memakai modus pura-pura mengaku polisi. Karena itulah, para perampok yang berjumlah lima orang dengan leluasa melenggang masuk ke dalam rumah.
Pertama datang bertamu, pelaku nanya, bapak ada enggak di rumah. Katanya dia ada urusan. Pas saya tanya, ada urusan soal apa, dia bilang kalau dia polisi, kata Ani (18), salah seorang pembantu rumah tangga di rumah Andi Arslan Djunaedi. Saat peristiwa terjadi, Ani turut dilumpuhkan perampok dengan cara diikat di dalam kamar mandi.
Dia menjelaskan, awalnya pelaku berpakaian parlente datang seorang diri, namun setelah pintu dibuka, kemudian teman-temannya ikut masuk.
Setelah saya persilakan masuk, teman-temannya datang. Kami semua diancam disuruh diam, terang Ani.
Nah, saat itu pembantu pria, Gufron langsung mencoba menelepon majikannya. Perampok yang membawa pistol rakitan langsung mengeluarkan senjatanya. Nembak dua kali, yang pertama enggak kena yang kedua kena perut bagian kiri, tambahnya.
Setelah menembak, pelaku masuk ke dalam kamar majikannya, dan mengambil sejumlah barang berharga. Setelah itu mereka kabur memakai sedan berwarna biru, tutupnya.
Diketahui 5 perampok yang beraksi di Kompleks PLN Senayan membawa kabur uang Rp 50 juta dan sejumlah perhiasan. Pelaku membawa satu jam tangan, uang Rp 50 juta dan beberapa perhiasan, ujar Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Gatot Edy di lokasi kejadian, Jl Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Menurut Gatot, berdasarkan keterangan saksi mata, pelaku datang dengan menggunakan mobil sedan berwarna biru sekitar pukul 11.00 WIB. Mereka mengaku tamu pemilik rumah. o nor