Beritabatavia.com -
Masyarakat desa terakhir di kawasan barat Gunung Merapi, Kabupaten Magelang sudah melakukan persiapan untuk mengungsi ke tempat yang disediakan pemerintah kabupaten setempat terkait dengan status aktivitas vulkanik gunung itu yang kini di level awas.
Saya sudah menata pakaian secukupnya dimasukan ke tas, juga menyiapkan bekal lainnya terutama uang seadanya, kata Slamet Suro Prayitno (60), warga desa terakhir di lereng barat puncak Merapi di Dusun Gemer, Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, di Magelang, Senin (25/10).
Ia mengatakan, sudah mendapat pemberitahuan dari aparat pemerintah setempat mengenai lokasi pengungsian warga dusun itu yakni di Lapangan Dukun.
Namun, katanya, hingga saat ini dirinya belum tahu kapan akan bersama warga setempat lainnya mengungsi. Belum tahu, masih menunggu pemberitahuan lebih lanjut, katanya.
Saat pertemuan warga dengan kepala dusun setempat pada Minggu (24/10) malam, katanya, sudah ada informasi terkait persiapan pengungsian tersebut.
Seorang lainnya, Longgar, mengaku, isterinya sejak beberapa waktu lalu telah mengemas berbagai barang untuk keperluan mengungsi setiap saat.
Isteri saya sudah beberapa hari lalu mengemasi pakaian dan surat-surat penting, untuk bersiap mengungsi setiap saat, katanya.
Kepala Desa Ngargomulyo, Yatin, mengaku, berkeliling ke berbagai dusun untuk mengecek situasi kehidupan warganya setelah dirinya mendapat kabar dari pemkab setempat terkait dengan kenaikan status Merapi dari siaga ke awas.
Sejak status Siaga Merapi, katanya, pemerintah desa setempat telah meminta warga untuk menyiapkan berbagai keperluan untuk mengungsi setiap saat.
Umumnya memang sudah menyiapkan diri mengungsi, tinggal menunggu perintah jika situasi Merapi semakin kritis, katanya.
Total jumlah warga desa setempat sebanyak 2.450 jiwa atau 780 kepala keluarga, tersebar di 11 dusun. Mereka yang prioritas harus mengungsi jika Merapi meletus sebanyak 689 jiwa antara lain para jompo, perempuan, anak-anak, ibu hamil, ibu pascamelahirkan, orang cacat, dan sakit.
Mereka telah disiapkan mengungsi ke tempat pengungsian di Lapangan Dukun dan Kadipuro, katanya.
Badan Geologi Kementerian ESDM yang berkantor di Bandung telah mengumumkan bahwa pada 25 Oktober 2010 mulai pukul 06.00 WIB status Merapi naik dari siaga menjadi awas. Status Awas merapi sebagai level tertinggi atas aktivitas vukanik gunung berapi di perbatasan Jateng -DIY itu. o ant/nor