Beritabatavia.com -
Pasca-gempa berkekuatan 7,7 Skala Richter di kawasan Mentawai, Sumatera Barat, komunikasi di daerah itu terputus. Gempa juga mengakibatkan kawasan Menatawi terisolir.
Meski demikian, kondisi Mentawai dinyatakan aman dan tidak terlihat kerusakan berarti. Hanya saja, gempa tersebut mengakibatkan tsunami di Pulau Pagai Utara dan Pagai Selatan dan merenggut dua nyawa warga Pulau Pagai Selatan.
Di Padang juga demikian. Pantauan aman, tidak terlihat kerusakan berarti akibat gempa itu, kata Koordinator Pusat Pengendalian Operasional Penanggulangan Bencana Provinsi Sumatera Barat, Ade Edward, Selasa (26/10).
Hal senada diungkapkan kepala pusat data dan humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Priyadi Kardono.
Warga memang merasakan adanya gempa tapi tidak besar, mudah-mudahan tidak ada apa-apa, kata dia saat dihubungi Selasa pagi.
Priyadi membenarkan, hubungan komunikasi ke Mentawai terganggu. Kami mengetahui informasi ini lewat komunikasi radio, tambah dia.
Pasca gempa utama, terjadi tiga gempa susulan berkekuatan di atas 5 skala Richter tadi malam.
Gempa susulan pertama (5,5 skala Richter) terjadi pukul 22.21 di kedalaman 22 kilometer, 89 kilometer barat daya Pagai Selatan, Mentawai. Gempa susulan kedua (5 skala Richter) pada pukul 22.31 di kedalaman 34 kilometer, 51 kilometer barat daya Pagai Selatan. Gempa susulan ketiga (5 skala Richter) terjadi pukul 22.55 di kedalaman 39 kilometer, 97 kilometer barat daya Pagai Selatan.
Sementara, hari ini, pukul 02.37 WIB, terjadi gempa susulan berkekuatan relatif besar, 6,2 skala Richter dengan kedalaman 30 kilometer. Pusat gempa berada di laut, 30 kilometer barat daya Pagai Selatan Mentawai. o nor