Beritabatavia.com -
Ngawi — Sejumlah wartawan diduga mengalami intimidasi saat melakukan peliputan terkait laporan adanya sejumlah siswa yang mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan dari dapur MBG pada Kamis, (4/11/2025)
Tiga orang wartawan bahkan nyaris terluka karena orang yang diduga dari pihak SPPG tersebut mengancam dengan menggunakan batu dan balok asbes.
Insiden terjadi ketika sejumlah wartawan tersebut hendak mengambil gambar kondisi dapur dan meminta konfirmasi dari pihak pengelola MBG. Menurut kesaksian, beberapa orang yang mengaku sebagai petugas keamanan mendatangi wartawan dan melarang peliputan dengan nada mengintimidasi.
"Saya hanya ingin memastikan informasi tentang dugaan keracunan. Tapi saya diminta menghapus rekaman dan dilarang bertanya, bahkan suara mereka mulai meninggi,” ujar beberapa wartawan yang bersangkutan.
Sementara itu, sejumlah siswa sebelumnya dilaporkan mengalami mual, muntah, dan pusing setelah mengonsumsi makanan dari dapur MBG. Meski demikian, penyebab pasti gejala tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.
Pihak sekolah maupun pengelola dapur MBG hingga kini belum memberikan pernyataan resmi mengenai dugaan keracunan maupun insiden intimidasi terhadap wartawan. Organisasi profesi wartawan di daerah tersebut menyayangkan tindakan yang diduga menghalangi kerja jurnalistik.
“Jika benar terjadi intimidasi, ini merupakan bentuk pelanggaran terhadap kebebasan pers. Wartawan berhak melakukan peliputan di ruang publik selama tidak mengganggu jalannya penyelidikan atau keamanan,” ujar perwakilan organisasi wartawan.
Kasus ini mendorong publik menunggu kejelasan dari pihak terkait, baik mengenai kondisi siswa yang terdampak maupun tanggapan atas tindakan penghalangan peliputan. Pihak kepolisian dikabarkan tengah mengumpulkan informasi untuk menindaklanjuti laporan tersebut.
Berita akan diperbarui seiring perkembangan informasi.
(Titik)