Beritabatavia.com -
Puluhan warga Rw06 Kelurahan Joharbaru, Kecamatan Joharbaru, Jakarta Pusat, mendatangi Kantor Kecamatan setempat untuk memprotes peninggian jalan yang dikerjakan melalui proyek Mohammad Husni Thamrin (MHT). Pasalnya sebagian rumah warga yang lebih rendah jadi tergenang air jika hujan.
Camat Johar Baru, Marsigit, yang hendak memimpin rapat koordinasi dengan para Kepala Seksi dan Lurah, seusai apel karyawan sekitar pukul 09.30, terpaksa menunda kegiatannya.
Pak Camat tolong ditinjau kembali pelaksanaan proyek pekerjaan peninggian jalan MHT di Jln Pelita RT 01 hingga 07, sebab menyebabkan genangan di lingkungan Rt 08, 09 dan 010 Rw 06 dengan ketinggian air mencapai perut orang dewasa. Sepeda motor tak bisa lewat, kata Mustofa Ketua Rw 06, Selasa (2/11).
Diakui, lingkungan pemukiman warga di Rw 06 memang relatif rendah dan bila hujan selalu digenangi air hingga sebatas dengkul orang dewasa, tapi sejak jalan Rt 01 hingga 07 ditinggikan, setiap hujan ketinggian genangannya naik jadi seperut orang dewasa. Dan bertahan selama 3 jam.
Seharusnya jika Pemerintah akan menata pemukiman warga, sebaiknya dikaji terlebih dahulu dan pelaksanakan dilakukan secara merata sehingga tidak menimbulkan kecemburuan.
Jika pekerjaan proyek dilakukan secara sepotong-sepotong tak akan menyelesaikan masalah dan menimbulkan kecemburuan warga. Masalah ini jika dibiarkan berlarut-larut tidak menutup kemungkinan dapat memicu keributan warga, kata Mustofa.
Camat Johar Baru, Marsigit, berjanji akan mengakomodir permintaan warga dan akan menyampaikan ketingkat Kota.
Proyek tersebut merupakan pekerjaan Suku Dinas Perumahan, nanti dalam rapat koordinasi tingkat Kota akan kami sampaikan. Kami harap aspirasi ini bisa langsung mendapat tanggapan, namun demikian untuk saat kini warga untuk bersabar dan menahan diri, kata Marsigit.
Lurah Johar Baru, Nurhelmi Safitri, mengatakan, lingkungan pemukiman warga di Rw 06 memang relatif rendah dan selalu digenangi air saat hujan. Belakangan ini sebagian warga telah menguruk dan meninggikan lantai rumah masing-masing, namun sebagian lagi belum.
Dengan peninggian jalan MHT di RT 01-07 kini pemukiman warga digenangi air mencapai setinggi perut orang dewasa sehingga mengganggu aktifitas warga. O brn