Beritabatavia.com -
NGAWI — Kobaran api yang melanda Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ngawi di Jalan MH Thamrin, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Jumat (14/8/2026), akhirnya berhasil dipadamkan.
Namun, padamnya api bukan berarti penanganan selesai. Aparat gabungan TNI-Polri bersama petugas lapas masih fokus memastikan keselamatan seluruh narapidana dan tahanan, melakukan evakuasi, serta mengamankan lokasi pascakebakaran.
Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama didampingi Dandim 0805 Ngawi Letkol Arh Setu Wibowo menegaskan, keselamatan penghuni lapas menjadi prioritas utama dalam penanganan insiden tersebut.
“Yang pertama adalah evakuasi narapidana dan tahanan yang ada di Lapas Ngawi,” ujar Prayoga saat memberikan keterangan di lokasi, Jumat sore, (14/8/2026).
Menurut Prayoga, api telah benar-benar padam. Dari pemantauan awal, belum ditemukan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Memang api benar-benar padam. Namun memang tidak ada korban, sampai pemindahan napi,” katanya.
Meski demikian, aparat belum dapat memastikan penyebab kebakaran. Proses olah tempat kejadian perkara (TKP) juga masih menunggu tahapan identifikasi dari Polda Jawa Timur.
“Belum, ini masih menunggu identifikasi Polda Jatim,” tegasnya.
Kondisi di dalam lapas saat kebakaran terjadi juga menjadi perhatian. Prayoga menyebut asap sempat berkumpul di sejumlah kamar sehingga turut memengaruhi proses evakuasi penghuni lapas.
“Karena memang tadinya sempat asap ini berkumpul di kamar-kamar,” ungkapnya.
Situasi tersebut membuat proses penyelamatan dan pemindahan penghuni harus dilakukan dengan mengutamakan aspek keselamatan serta pengamanan.
Di sekitar lokasi, personel gabungan TNI-Polri tampak berjaga untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan keamanan sekaligus memastikan kondisi tetap kondusif.
Sementara itu, jumlah penghuni yang terdampak dan telah dievakuasi, yang disebut mencapai sekitar 305 narapidana dan tahanan, serta total kerugian materiil masih dalam proses pendataan. Pihak kepolisian bersama pengelola lapas dan instansi terkait masih melakukan verifikasi data.
Kapolres menegaskan, pihaknya tidak ingin terburu-buru menyimpulkan penyebab kebakaran sebelum proses identifikasi dan pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh.
“Kita utamakan dulu keselamatan. Setelah semua aman dan kondusif, baru kita dalami penyebabnya,” pungkas Prayoga.
Dengan api telah dipadamkan, perhatian kini bergeser pada proses pendataan penghuni, pengamanan lokasi, pemeriksaan kondisi bangunan, serta penyelidikan untuk mengungkap sumber dan penyebab pasti kebakaran.