Rabu, 23 September 2026 15:27:16

PKN Tingkat II Angkatan XXIX 2026 Kunjungi Ditressiber Polda Jatim, Kolaborasi Penanganan Kejahatan

PKN Tingkat II Angkatan XXIX 2026 Kunjungi Ditressiber Polda Jatim, Kolaborasi Penanganan Kejahatan

Beritabatavia.com - Berita tentang PKN Tingkat II Angkatan XXIX 2026 Kunjungi Ditressiber Polda Jatim, Kolaborasi Penanganan Kejahatan

POLDA JATIM,– Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Jawa Timur menerima kunjungan peserta Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) ...

PKN Tingkat II Angkatan XXIX 2026 Kunjungi Ditressiber Polda Jatim, Kolaborasi Penanganan Kejahatan Ist.
Beritabatavia.com - POLDA JATIM,– Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Jawa Timur menerima kunjungan peserta Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXIX T.A. 2026 Pusdik Lemdiklat Polri, yang menjadikan Ditressiber Polda Jatim sebagai salah satu locus pembelajaran.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran peserta PKN Tingkat II untuk melihat secara langsung pelaksanaan tugas, strategi penanganan kejahatan siber, pemanfaatan teknologi, serta kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi berbagai tantangan di ruang digital.

Kasubdit 3 Ditressiber Polda Jatim AKBP Rudi Prabowo menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Menurutnya, kegiatan visitasi menjadi momentum untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman, khususnya dalam menghadapi perkembangan kejahatan di ruang siber.

"Terima kasih, hari ini Direktorat Siber Polda Jawa Timur menerima kunjungan dari rekan-rekan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XXIX T.A. 2026 dari Pusdik Administrasi Lemdiklat Polri," kata AKBP Rudi, Rabu (23/9/2026).

Ia menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antarlembaga, karena perkembangan teknologi dan bentuk kejahatan di dunia maya membutuhkan penanganan secara bersama-sama.

"Ini bagian dari kolaborasi. Ke depan, kolaborasi seperti ini harus terus kita tingkatkan karena menjadi salah satu kunci penting dalam menghadapi perkembangan dan tantangan yang semakin kompleks," katanya.

Menurut AKBP Rudi, Ditressiber Polda Jatim terus berupaya meningkatkan kemampuan personel dan mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki untuk menjawab kebutuhan masyarakat dalam menghadapi berbagai bentuk kejahatan siber.

"Perkembangan kejahatan di ruang maya sangat dinamis dan dapat berdampak luas kepada masyarakat. Karena itu, kita harus terus bekerja bersama dan bekerja keras menghadapi berbagai bentuk ancaman di dunia maya," ungkapnya.

Ia juga mengatakan, Ditressiber Polda Jatim terus membangun sinergi dengan berbagai instansi untuk meningkatkan kemampuan personel dalam menangani perkara-perkara siber.

"Kami terus melakukan upaya-upaya sinergi dengan berbagai instansi untuk meningkatkan skill dan kemampuan anggota, kemudian mengoptimalkan sumber daya yang ada. Harapannya, ke depan kita dapat memberikan pelayanan dan penanganan yang lebih baik kepada masyarakat," jelas AKBP Rudi.

Lebih lanjut, ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh para peserta selama visitasi dapat diterapkan di lingkungan tugas masing-masing.

"Pesan kami, semoga ilmu yang didapat hari ini bisa berguna bagi seluruh peserta PKN Tingkat II Angkatan XXIX. Nantinya ilmu tersebut dapat diterapkan dan diaplikasikan di wilayah tugas masing-masing, sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat dan kehidupan kita semua," pungkasnya.

Sementara itu, Pendamping Kelompok PKN Tingkat II Angkatan XXIX, AKBP Defa Jaumil, menjelaskan bahwa visitasi tersebut merupakan bagian dari proses pembelajaran kepemimpinan nasional secara nyata di lapangan.

"Kegiatan visitasi ini merupakan bagian dari pembelajaran untuk berbagi strategi dan pengalaman. Peserta tidak hanya mendapatkan pembelajaran secara teoritis, tetapi juga melihat secara nyata bagaimana suatu organisasi menjalankan tugas dan membangun kolaborasi," kata AKBP Defa.

Ia menjelaskan, Ditressiber Polda Jatim dipilih sebagai salah satu locus karena memiliki pengalaman dalam mengungkap berbagai perkara kejahatan digital serta menerapkan kolaborasi lintas sektor dalam penanganannya.

"Kami memilih Ditressiber Polda Jawa Timur karena melihat banyaknya pengungkapan berbagai bentuk kejahatan digital. Kami ingin belajar bagaimana proses penanganan kasusnya dan bagaimana kolaborasi lintas sektor dilakukan dalam mendukung pelaksanaan tugas tersebut," jelasnya.

Dalam visitasi tersebut, para peserta juga mendapatkan gambaran mengenai pelaksanaan tugas Ditressiber, termasuk strategi penanganan perkara serta pemanfaatan sarana dan teknologi pendukung dalam mengungkap kejahatan siber.

"Peserta mendapatkan banyak pembelajaran, mulai dari tugas yang dilaksanakan oleh Ditressiber Polda Jatim sampai dengan peralatan yang digunakan untuk mendukung penanganan kejahatan siber," ujarnya.

AKBP Defa berharap pengalaman yang diperoleh selama visitasi dapat menjadi bekal bagi peserta untuk menerapkan pola kolaborasi lintas sektor di lingkungan tugas masing-masing.

"Harapannya, dari kegiatan ini para peserta mampu menerapkan kolaborasi lintas sektor yang sudah dilihat dan dipelajari di sini, kemudian dapat diaplikasikan dalam pelaksanaan tugas di satuan atau instansi masing-masing," tuturnya.

Ketua Kelompok PKN Tingkat II Angkatan XXIX, AKBP Adzan Subuh, mengatakan visitasi ke Ditressiber Polda Jatim merupakan bagian dari proses pembelajaran untuk melihat secara langsung bagaimana kepolisian menghadapi perkembangan kejahatan siber.

“Dari pembelajaran yang kami dapatkan hari ini, kami melihat bagaimana Ditressiber Polda Jatim mengantisipasi berbagai permasalahan dan ancaman di dunia siber. Ini menjadi pembelajaran yang sangat penting bagi kami sebagai peserta PKN,” ujar AKBP Adzan.

Ia menilai, upaya yang dilakukan Ditressiber Polda Jatim sudah berjalan dengan baik, namun kolaborasi lintas sektor perlu terus diperkuat dan dilakukan secara berkelanjutan.

“Kami melihat upaya yang dilakukan sudah maksimal, namun akan lebih maksimal lagi apabila kolaborasi dengan berbagai pihak dapat terus diperkuat dan dilaksanakan secara berkelanjutan,” katanya.

Menurutnya, salah satu pembelajaran penting yang diperoleh adalah pentingnya penguatan organisasi dan sumber daya manusia dalam menghadapi perkembangan kejahatan digital.

“Ke depan, kolaborasi ini harus semakin kuat, terutama dalam meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dan memperkuat sinergi antarorganisasi dalam menghadapi tantangan di ruang siber,” ungkapnya.

AKBP Adzan juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan siber, termasuk penipuan yang memanfaatkan teknologi digital.

“Masyarakat perlu bersama-sama diedukasi agar lebih waspada dalam menjaga keamanan diri di ruang digital. Banyak penipuan yang terjadi, sehingga masyarakat harus lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap informasi atau tawaran yang mencurigakan,” pungkasnya.

Berita Lainnya
Kamis, 10 September 2026
Rabu, 09 September 2026
Rabu, 09 September 2026
Senin, 07 September 2026
Minggu, 06 September 2026
Minggu, 06 September 2026
Minggu, 06 September 2026
Minggu, 06 September 2026
Kamis, 03 September 2026
Kamis, 03 September 2026
Senin, 31 Agustus 2026
Sabtu, 29 Agustus 2026