Beritabatavia.com -
Tender fisik proyek Mass Rapid Transit (MRT) akan dimulai akhir tahun ini. Peserta tidak hanya dari dalam negeri, perusahaan konstruksi asing pun diperbolehkan memasukkan penawaran.
Direktur PT MRT Jakarta Tribudi Rahardjo mengatakan, saat ini prosedur proses tender fisik sudah selesai dirumuskan. Akhir bulan ini dipaparkan ke Gubernur DKI Jakarta untuk mendapatkan persetujuan sebelum dilanjutkan ke proses prakualifikasi, kata Tribudi saat dihubungi, Kamis (11/11).
Tribudi mengatakan, proses tender diperkirakan memakan waktu 12 bulan. Proses tersebut terdiri dari beberapa tahap, termasuk persetujuan dari pemberi pinjaman dana.
Namun, diupayakan tender ini kurang dari 12 bulan dan ditargetkan akhir 2011 sudah ada tanda tangan dengan kontraktor. Sebab, pemerintah ingin mempercepat pembangunan MRT, katanya. Bila selesai sesuai jadwal, maka pada awal 2012 pembangunan fisik sudah bisa dimulai.
Proyek pembangunan MRT diperkirakan menelan biaya Rp16 triliun. Sekitar 85 persen, Rp14 triliun, berasal dari dana pinjaman lunak Jepang, dengan bunga 0,2 persen setahun. Sisanya berasal dari anggaran pemerintah Indonesia.
Sebagian biaya MRT, sebesar 58 persen, termasuk pelunasan pinjaman, akan ditanggung oleh pemerintah pusat. Sedangkan sisanya menjadi beban Pemerintah Daerah DKI Jakarta.
Dikatakan Tribudi, untuk perusahan kontraktor asing dikenakan syarat khusus untuk mengikuti lelang. Mereka harus perusahaan joint venture dengan perusahaan Jepang. Untuk perusahaan lokal, ketentuan ini tidak dikenakan.
Untuk tahap prakualifikasi lelang, kontraktor yang sudah mendaftar akan dinilai dan dievaluasi berdasarkan ketentuan dari Japan International Cooperation Agency (JICA). Jika lolos babak prakualifikasi, para kontraktor bisa lanjut ke tahap lelang fisik dengan mengajukan penawaran harga.
Pembangunan MRT akan meliputi 13 stasiun perhentian. Tujuh stasiun berada di permukaan tanah, yakni: Lebakbulus, Fatmawati, Cipete Raya, H. Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja. Sisanya, di bawah tanah (subway) terletak di Masjid Al-Azhar, Istora Senayan, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas dan Bundaran HI.
Pembangunan jaringan MRT terbagi menjadi dua koridor. Koridor-1 merupakan jalur Utara-Selatan, terbentang mulai dari Lebakbulus hingga Kampung Bandan. Adapun Koridor-2 merupakan jalur Timur-Barat, terbentang mulai dari Balaraja hingga Cikarang. o nor/vnc