Beritabatavia.com -
Banyak rumah warga retak-retak akibat ambrolnya talut Kali Siantar, Petojo, Jakarta Pusat. Mereka pun berharap Pemprov DKI Jakarta selaku penanggung jawab proyek memberi ganti rugi untuk memperbaiki rumah-rumah mereka.
Kita harap pemerintah mau memberi uang ganti rugi, soalnya rumah kami rusaknya parah, kata Riko, warga Jalan Petojo VIY I Rt 002/Rw 04 No 12, Cideng, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (14/12).
Rumah Riko berada persis di depan talut Kali Siantar yang ambrol. Kerusakan di rumah Riko cukup parah, khususnya di bagian bawah tangga dan dapur. Di beberapa tempat, temboknya mengelupas hingga batu batanya terlihat.
Sebenarnya sejak proyek dibangun setelah Lebaran lalu, rumah saya sudah retak-retak, tapi tidak parah. Tapi sekarang pas talutnya ambrol, retaknya parah, kata Riko sambil menunjukkan keretakan rumahnya di bagian ruang tamu dan kamar.
Rumah Nawangsih juga retak-retak terutama di bagian ruang tamunya. Rumah bernomor 28 itu sebelumnya telah diperbaiki gara-gara rusak akibat pemasangan tiang pancang proyek Banjir Kanal Barat (BKB) itu.
Dulu kaca nako kamar saya pecah, sudah saya ganti. Sekarang ruang tamu saya retak parah, kita minta ganti rugi, kata Nawangsih saat ditemui di rumahnya.
Sementara itu warga lain yang rumahnya juga rusak adalah Angga Widodo. Rumah Angga yang bernomor 30 itu rusak di bagian garasinya. Itu lantai garasi turun dan dindignya retak-retak. Katanya mau diganti rugi, ya itu yang kita tunggu, kata Angga sambil menunjukkan kerusakan rumahnya.
Talut dan sebagian badan Jalan Petojo VIY I, Cideng, Gambir, Jakarta Pusat, ambrol pada Minggu 12 Desember sekitar pukul 23.00 WIB. Sebelum ambrol, warga setempat melihat jalan antara pinggir talut dan badan jalan sudah mulai retak sejak Minggu sore. o dtc/nor