Beritabatavia.com -
Pengelola kawasan wisata Monumen Nasional (Monas) mulai kini mengharamkan pedagang asongan masuk wilayah tempat wisata bersejarah. Pasalnya, kotoran sampah di Monas yang terus mengotori ternyata bersumber dari para pedagang asongan.
Karenanya, agar kebersihan dan keindahan tetap terjaga di kawasan wisata Monas, pengelola memperketat pengawasan terhadap pedagang asongan dan pengunjung Monas, terutama saat memasuki akhir pekan atau hari libur nasional, kata Kepala UPT Monas, Rini Haryani di Jakarta, Senin (10/1).
Dikatakan, banyaknya sampah di kawasan Monas dapat dijumpai terutama saat memasuki akhir pekan saat Monas banyak dikunjungi masyarakat. Untuk itu, pihaknya meminta kepada aparat terkait untuk melakukan penjagaan dan pengawasan yang lebih ketat di setiap sudut kawasan Monas agar terbebas dari para pedagang asongan.
Jika sampah tetap dibiarkan berserakan, saya khawatir pengunjung yang datang menjadi kecewa. Dan Monas akan ditinggalkan wisatawan, ini yang tidak saya inginkan. Saya tetap ingin menjaga agar Monas tetap bersih, asri dan rapi, ujar Rini.
Kasie Operasi Satpol PP Jakarta Pusat, Bernard Pasaribu menambakan akan lebih memperketat pengawasan kepada setiap pengunjung Monas. Bahkan, bila perlu setiap pengunjung yang datang akan diseleksi untuk memastikan apakah yang bersangkutan datang untuk berekreasi atau untuk berjualan.
Sebab, para pedagang yang berjualan di areal Monas masuk dengan cara menyembunyikan barang dagangannya menggunakan tas berukuran besar. Penyeleksian pengunjung tentu tidak akan dilakukan secara mencolok karena khawatir mengganggu atau membuat tidak nyaman pengunjung lainnya, ucapnya.
Juga, sambung dia, akan menertibkan para pengunjung yang kerap bermain bola di atas rumput Taman Monas. Sebab, arena untuk bermain bola sudah disiapkan pengelola Monas yang letaknya berada di sisi timur Monas.
Nanti setiap akhir pekan kami akan mengerahkan sebanyak 25 petugas yang khusus berjaga-jaga dengan cara berpatroli di dalam areal Monas. Jumlah petugas nantinya dapat ditambah jika pengunjung membludak, tandasnya. o end