Selasa, 11 Januari 2011 08:58:22

Penculik, Penyodomi dan penjual 38 Anak Ditindak

Penculik, Penyodomi dan penjual 38 Anak Ditindak

Beritabatavia.com - Berita tentang Penculik, Penyodomi dan penjual 38 Anak Ditindak

Aksi Sartono alias Toni (34) benar-benar gila, bejat. Bayangkan, hampir 10 tahun lelaki warga Dusun Wage RT 03 RW 01, Kecamatan Mundu, Cirebon ...

 Penculik, Penyodomi dan penjual 38 Anak Ditindak Ist.
Beritabatavia.com - Aksi Sartono alias Toni (34) benar-benar gila, bejat. Bayangkan, hampir 10 tahun lelaki warga Dusun Wage RT 03 RW 01, Kecamatan Mundu, Cirebon beroperasi ke desa dan kampung-kampung di Serang, Purwakarta, Cikampek, Bandung, kepulauan Seribu dan Jakarta untuk menculik anak dibawah umur. Selama beroperasi lebih dari 38 bocah berhasil diculiknya.

Lebih gila dan bejat lagi, anak-anak itu disodomi di tempat-tempat yang sepi baik pada pagi hingga malam hari. Setelah puas dan tidak menarik lagi, anak itu dijual ke lelaki yang suka dengan anak-anak di berbagai daerah.

Aksi Toni ini terhenti, setelah Kepolisian Resor Kepulauan Seribu menangkapnya. Penangkapan ini bermula dari laporan seorang warga Pulau Harapan, Kepulauan Seribu bernama MJ. Keluarga ini melaporkan anaknya bernama H (14 tahun) hilang pada 21 November 2010.

Belakangan diketahui H pergi bersama lelaki bernama Toni ke Jakarta. Lelaki yang gayanya kemayu dan pintar merayu anak-anak ini, ternyata seorang pedagang mainan anak-anak. Saat bertemu H, Toni berjanji akan membelikan sebuah telepon seluler, jika mau diajak ke Jakarta. Tergiur janji lelaki tak bermorak ini, H pun mau mengikuti jejak Toni.

Ternyata, janji membelikan ponsel hanya bualan belaka. Di Jakarta, H dengan paksa disodomi berulang kali. Pengakuan H lebih dari 18 kali disodomi. Semula H menolak, namun karena sering dipukuli dan dibujuk akan beli HP, H tak berkutik.

Lebih memprihatinkan lagi, H yang diajak keliling beberapa kota selama 1,5 bulan, juga dijual kepada lelaki dewasa lainnya oleh Toni. Tak tahan dengan perlakuan Toni, H berhasil kabur saat Toni sedang tidur lelap.

Dari keterangan H itulah polisi kemudian mendapatkan ciri-ciri tersangka dan langsung memburu hingga ke Purwakarta. Tersangka Toni kemudian dibekuk di Stasiun Kota Purwakarta, pada Jumat pekan lalu.

Ada perilaku seksual tersangka yang menyimpang, lalu terungkap. Korban dijual untuk melakukan hubungan seksual dengan sesama jenis di berbagai kota, kata Kepala Polres Kepulauan Seribu Ajun Komisaris Besar Hero Henrianto Bachtiar di kantornya kemarin.

Pengakuan Toni, ternyata bukan hanya H salah satu korban nafsu bejatnya. Teruangkap 38 anak dari berbagai daerah seperti Jatinegara Jakarta, Serang, Purwakarta, Cikampek, dan Bandung, telah menjadi korban Toni, ungkap Kapolres Hero.

Para korban yang seluruhnya anak laki-laki di bawah umur tersebut juga kerap disiksa. Mereka dipaksa mengikuti tersangka berpindah dari satu kota ke kota lain dengan kereta api.

Di kota-kota tersebut, antara lain Purwakarta, Serang, dan Cikampek, anak-anak itu dijual tersangka untuk melayani hasrat seksual pria lain dengan bayaran Rp 25.000 hingga Rp50.000. Uangnya diambil tersangka semua, korban tidak dikasih sama sekali, tegasnya serius.

Polisi kini masih mencari para korban, apakah masih hidup atau sudah meninggal dunia. Kasus ini terus kami kembangkan dengan bekerjasama Polres yang menjadi tempat Toni menculik, menyodomi, hingga menjual ke lelaki lain, tambah Kapolres sambil menambahkan Tersangka Toni sudah dijebloskan ke penjara. o end



Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Rabu, 02 September 2026
Selasa, 01 September 2026
Selasa, 01 September 2026
Sabtu, 29 Agustus 2026
Rabu, 26 Agustus 2026
Senin, 24 Agustus 2026
Jumat, 21 Agustus 2026
Selasa, 18 Agustus 2026
Jumat, 14 Agustus 2026
Kamis, 13 Agustus 2026
Senin, 10 Agustus 2026
Jumat, 07 Agustus 2026