Beritabatavia.com -
Sejak awal Januari 2011, pasien demam berdarah dengue (DBD) di wilayah Jakarta Timur (Jaktim) mencapai 13 orang. Jumlah ini grafiknya melonjak dibandingkan periode yang sama tahun 2010.
Data Sudin Kesehatan Jakarta Timur, korban terbanyak di Kecamatan Duren Sawit sebanyak lima orang. Kecamatan Cakung 3 orang dan Matraman 2 orang). Kecamatan Jatinegara, Kramatjati, dan Makasar masing-masing satu orang, ungkap Kepala Seksi Kehumasan Sudin Kominfomas Jakarta Timur, Gatut Sudarsono di kantornya, Selasa (11/1).
Dihimbau masyarakat tetap waspada peningkatan penyakit menular ini akibat curah hujan yang cukup tinggi. Hujan yang mengguyur Kota Jakarta hampir setiap hari, sehingga mengakibatkan genangan-genangan air yang ada tidak segera kering. Genangan-genangan air inilah yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk aedes aegypti penyebab DBD.
Sepanjang 2010 penyakit DBD di Jakarta Timur mencapai 4.551 kasus. Dengan jumlah kematian mencapai tujuh orang. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan 2009, dan diharapkan kembali menurun pada 2011.
Caranya, selain diperlukan pelayanan kesehatan yang cepat tanggap, masyarakat juga diimbau melaksanakan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), ungkap.
Kegiatan PSN hanya memerlukan waktu 30 menit setiap Jumat mulai pukul 09.00 WIB " 09.30 WIB, dilakukan menyeluruh oleh lapisan masyarakat. Kegiatan tersebut adalah membersihkan tempat penampungan dan genangan-genangan air yang ada di dalam dan disekitar rumah.
Lakukan dengan rutin, karena hujan yang turun setiap hari membuat genangan-genangan air tidak kering dengan sendirinya dan hal ini menjadi kantong-kantong perindukan nyamuk. o end