Beritabatavia.com -
Sekitar 152 warga dari 33 kepala keluarga perkampungan nelayan Marunda Pulo, Jakarta Utara, terpaksa mengungsi lantaran tempat tinggalnya tergenang banjir rob, akibat gelombang pasang di pesisir pantai Marunda. Sejak dua hari terakhir, mereka mengungsi ke Rusun Marunda memilih bertahan di tempat tersebut, hingga air benar-benar surut dari pemukiman mereka.
Meski tidak membahayakan, genangan air terlihat masih setinggi 20 cm. Selain menggenangi kawasan pemukiman, akses jalan menuju Masjid Al-Alam pun masih tergenang. Banjir rob yang hampir setiap tahun mengenangi warga ini, belum ada perhatian dari Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan pembendungan.
Ketua RT 03/07, Marunda Pulo, Usman, mengatakan, saat ini bantuan telah disalurkan kepada korban banjir rob, berupa makanan siap saji, beras, dan obat-obatan. Selain membutuhkan bantuan logistik, warga juga membutuhkan bantuan perbaikan rumah mereka.
Warga yang mengungsi butuh bantuan untuk memperbaiki rumah mereka, karena saat ini ada beberapa rumah yang sudah tak layak, kata Usman, di Jakarta, Kamis (20/1),
Romli, warga RT 03/07, mengaku bantuan berupa material cukup dibutuhkan warga untuk membangun rumah mereka. Dirinya berharap sejumlah stakeholder yang berada dikawasan pesisir Marunda seperti KBN, Pelindo dan lainnya turut membantu warga yang terkena musibah. o end