Beritabatavia.com -
Prakarian Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi hujan masih mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya hingga empat bulan ke depan, berdampak munculnya penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang menghantui warga ibukota.
Hingga kini beberapa rumah sakit umum daerah (RSUD) dan rumah sakit swasta di Jakarta sudah mulai merawat pasien DBD. Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengingatkan warga agar tetap waspada dengan penyebaran penyakit, yang ditularkan gigitan nyamuk aedes aegypti tersebut. Juga warga diminta menggalakkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan menjaga lingkungan tetap bersih.
Kami sudah terima laporan mengenai pasien DBD yang di rawat di beberapa rumah sakit hingga pekan ketiga Januari ini. Tapi, karena laporannya sporadis, kami belum mengetahui jumlah kasusnya secara pasti, ujar Ida Bagus Banjar, Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Jumat (21/1).
Memang, sambung dia, jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2010 lalu, tidak ada peningkatan jumlah pasien DBD di lima wilayah DKI Jakarta. Pada Januari tahun lalu, kasus DBD di DKI Jakarta mencapai 900 kasus.
Saat ini, kasus DBD yang terjadi jumlahnya masih kecil. Yang jelas belum sampai dengan yang terjadi di tahun lalu, paparnya.
Menurutnya, peluang peningkatan jumlah kasus DBD bisa terjadi di bulan Januari ini mengingat cuaca ekstrim masih berlangsung hingga April mendatang. Untuk mencegah terjadinya perluasan epidemi DBD, Dinas Kesehatan DKI Jakarta terus menggalakkan kegiatan PSN dan gerakan 3 M (menguras, menutup, mengubur).
Selain itu, Dinkes menyiagakan puskesmas di tingkat kecamatan maupun kelurahan agar optimal dalam melayani pasien DBD. Mengingat, siklus hidup nyamuk bertelur hingga dewasa itu berkisar antara 7 sampai 12 hari. Namun, jika setiap pekan masyarakat membersihkan wilayahnya masing-masing, maka pencegahan DBD dapat teratasi.
Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga terus memberikan penyuluhan di puskesmas mengenai bahaya dan pencegahan DBD. Bahkan lakukan road show memberikan informasi melalui media elektronik radio dalam menyampaikan imbauan agar warga semakin waspada DBD, terlebih saat cuaca ekstrim terjadi.
Sebab, musim hujan merupakan waktunya nyamuk aedes aegypti bertelur di tempat basah. Kemudian akan menetas menjadi jentik-jentik nyamuk dan berubah menjadi nyamuk, ungkapnya.
Bagi penderita DBD, Banjar menyarankan, agar menjalani pengobatan melalui terapi suportif. Artinya, pasien disarankan untuk menjaga penyerapan makanan, terutama dalam bentuk cairan. Jika hal itu tidak dapat dilakukan, penambahan dengan cairan intravena mungkin diperlukan untuk mencegah dehidrasi dan hemokonsentrasi yang berlebihan. Sedangkan, transfusi platelet dilakukan jika jumlah platelet menurun drastis. o end