Beritabatavia.com -
Sebagian besar warga Depok meminta agar Nurmahmudi tetap konsisten dengan janjinya yang diucapkan selama pemilukada 2010 lalu. Sejumlah janji yang diucapkan dia ketika itu adalah memperbaiki jalan yang rusak, memberdayakan Usaha Kecil Menengah, menambah jumlah SMA, menyelesaikan jalan Cinere-Jagorawi, serta banyak lagi yang terlihat sangat memihak rakyat.
Jangan asal ngomong, ketika sudah di tampuk pimpinan janji tak terealisasi. Ingat, warga tidak segan-segan menagih janji itu, ujar Santoso, warga Kampung Lio, Pancoran Mas, Depok, Rabu (26/1).
Dia menyebut bahwa Depok masih belum pantas dikatakan sebagai kota pendukung Jakarta. Dari masalah yang kecil saja, misalnya warga mau buang sampah saja susah. Jangan salahkan kalau banyak yang buang sampah ke kali, lanjutnya.
Pelantikan walikota dan wakil walikota Depok sendiri tidak dihadiri oleh banyak anggota DPRD Depok. Tidak jelas keberadaan sebagian besar anggota DPRD, padahal Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan hadir disana. Akhirnya Gubernur tetap melantik walikota/wakil walikota Depok periode 2011-2016, Nurmahmudi Ismail- Idris Abdul Shomad.
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meminta kepada semua pihak untuk menerima dan menghormati keputusan pelantikan Wali Kota Nur Mahmudi Ismal dan Wakil Wali Kota Idris Abdul Somad.
Pelantikan ini adalah perintah tertinggi dari presiden dan ini sesuai keputusan Mendagri. Saya atas nama presiden memimpin dan melantik wali kota karena saya sebagai gubernur adalah wakil presiden di daerah,ucapnya di Gedung DPRD Depok.
Tidak hanya itu saja, pihaknya meminta agar pemerintah bisa berjalan dan bersinergi dengan DPRD setempat. O brn