Beritabatavia.com -
Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto optimistis anggaran siluman yang muncul di APBD DKI 2011 senilai Rp 90,3 miliar bisa dihapus. Pasalnya, alokasi yang disebut-sebut tidak pernah diusulkan oleh Dinas Pendidikan DKI itu juga bukan inisiatif murni anggota dewan dengan hak budgetingnya.
Buktinya, setelah Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo merilis keberadaan anaggaran siluman itu, para politisi Kebon Sirih langsung bereaksi dan mendukung langkah Pemprov DKI untuk tidak menjalankan anggaran tersebut. Selanjutnya, pada anggaran perubahan Agustus mendatang, anggaran dialihkan untuk perbaikan sekolah rusak yang saat ini masih tersisa yaitu 293 gedung SD dan 53 gedung SMPN.
Tidak perlu menyalahkan siapa-siapa. Yang penting dewan dan Pemprov telah sepakat jika anggaran itu dihapus dan dialihkan untuk perbaikan sekolah rusak. Saya gembira mendengarnya. Artinya semua sadar jika perbaikan sekolah yang nyaris ambruk itu prioritas, ujar Prijanto.
Disinggung siapa yang mengusulkan anggaran tersebut, Prijanto enggan membahasnya lebih lanjut. Pihaknya hanya berharap, dukungan dari anggota dewan itu benar-benar bisa direalisasikan. Saat pembahasan APBD perubahan Agustus 2011 mendatang, seluruh dana siluman bisa dialihkan untuk perbaikan sekolah rusak. O brn