Beritabatavia.com -
Sekitar 100 orang umat Budha dan Khong Hu Chu yang beribadah di Wihara Amurva Bhumi, Jl Dr Satrio no.2, Kelurahan Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan merasakan suasana khusuk dalam menyambut Imlek 2011,Kamis (3/2).
Pada tahun baru ini, kami berdoa untuk meminta kesehatan, berkat dan rejeki untuk melewati tahun kelinci ini, ujar Tjajang, salah seorang pengurus di wihara tersebut.
Tjajang menjelaskan Rabu (2/2) malam,ratusan orang datang dan berdoa serta menyiapkan segala sesuatu keperluan untuk beribadah hari ini.
Namun berlainan dengan ditempat lain, di wihara ini tidak terlihat pengemis. Wihara ini sudah beberapa tahun belakangan memilih untuk menyalurkan bantuan kepada kelurahan setempat, berupa sembako. Biasanya diadakan sekitar bulan Juli. Supaya keadaan lebih tertib. Kami lebih memilih menyalurkan bantuan dengan cara seperti itu, ujarnya.
Tidak ada kegiatan khusus di wihara ini, karena pengelola wihara lebih menekankan kepada keperluan ibadah. Memang terlihat umat bersembahyang didepan patung Dewa Tanah, Kong Tjo dan patung Dewi Belas Kasih, Kwan Im, dengan membawa dupa (hio). Juga terdapat deretan lilin besar berwarna merah dan buah-buahan, yang dimaksudkan sebagai simbol. Lilin itu melambangkan penerangan, agar kita diberikan jalan yang terang untuk menghadapi tahun baru ini, sementara buah-buahan merupakan persembahan kepada dewa, ujar seorang umat.
Selanjutnya terlihat beberapa orang yang membakar kertas khusus dengan lilin di depan sebuah altar yang dipenuhi oleh buah-buahan dan lilin. Kertas itu melambangkan uang. Semakin banyak kertas yang dibakar, makin sejahtera kita di alam berikutnya, papar umat tersebut. O brn