Senin, 14 Februari 2011

Hatta : Jangan gegabah naikkan BBM

Hatta : Jangan gegabah naikkan BBM

Beritabatavia.com - Berita tentang Hatta : Jangan gegabah naikkan BBM

Menko Perekonomian Hatta Rajasa menegaksan pemerintah tidak bakal gegabah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri, karena kebijakan ...

Ist.
Beritabatavia.com - Menko Perekonomian Hatta Rajasa menegaksan pemerintah tidak bakal gegabah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri, karena kebijakan itu jelas akan menimbulkan distorsi ekonomi, yang merugikan semua pihak.

"Jadi hendaknya jangan gegabah menaikkan, karena dampak distorsi ekonomi sangat luas. Distorsi itu, berupa dampak inflasi yang besar dan kemungkinan sulit dikendalikan. Jadi masyarakat miskin yang akan merasakannya," ungkap Menko Perekonomian di Jakarta, Senin (14/2/2011).

Distorsi lainnya, sambung mantan Menhub, dapat mendorong grafik kenaikan harga-harga kebutuhan pokok yang menyangkut hajat hidup orang kecil. Karena itu, pemerintah tidak akan mencabut subsidi BBM dengan menaikkan harga premium.

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2011 menetapkan kuota BBM bersubsidi sebesar 38,5 juta kiloliter atau senilai Rp 90,8 triliun, dengan asumsi harga minyak US$ 80 per barel.

Hingga saat ini pemerintah masih pada program awal yaitu pembatasan BBM bersubsidi yang akan diterapkan mulai April 2011 mendatang. Meski program ini sudah mengalami penundaan beberapa kali, dari rencana awal Oktober 2010, kemudian ditunda lagi pada Januari 2011, dan terakhir pemerintah menargetkan program ini akan berjalan pada April nanti.

Hatta mengakui saat ini masih dilakukan studi oleh UI, ITB, dan UGM, terhadap rencana pembatasan konsumsi BBM bersubsidi. Studi ini penting sehingga nantinya dapat dihindari distorsi yang merugikan perekonomian nasional.

"Sejauh ini, pemerintah masih menunggu hasil kajian studi perguruan tinggi itu, bahkan pemerintah masih membuka segala kemungkinan, semua asumsi harus diperhitungkan. Mengingat, BBM memiliki kontribusi besar terhadap inflasi dan komoditas itu menyangkut hajat hidup banyak orang," paparnya.

Dan pemerintah ingin subsidi yang tepat sasaran, tidak ada kebocoran, sehingga salah satu alternatifnya adalah dengan pembatasan konsumsi BBM bersubsidi. Namun, jika hasil studi beberapa perguruan tinggi itu ternyata pembatasan BBM berdampak buruk, maka bisa saja kebijakan itu tidak dilaksanakan. Jangan katakan pemerintah plin-plan, kita makhluk berpikir, semua untuk kebaikan kita bersama," tegas Hatta serius. o end


Berita Lainnya
Sabtu, 23 Maret 2019
Jumat, 22 Maret 2019
Kamis, 21 Maret 2019
Rabu, 20 Maret 2019
Jumat, 15 Maret 2019
Kamis, 14 Maret 2019
Rabu, 13 Maret 2019
Rabu, 13 Maret 2019
Selasa, 12 Maret 2019
Senin, 11 Maret 2019
Senin, 11 Maret 2019
Jumat, 08 Maret 2019