Beritabatavia.com -
Ratusan ikan mengambang ditemukan di sepanjang Kalimalang mulai dari jembatan Perumahan Kemang Pratama, Rawalumbu, hingga sekitar Mal Metropolitan, Bekasi Barat. Diduga kuat Sungai Kalimalang tercemar limbah industri berat, ditambah limbah domestik dari rumah tangga yang dibuang seenaknya di sepanjang sungai ini.
Sungai Kalimalang memang menjadi pertemuan antara Kali Cikeas dan Kali Cileungsi, yang banyak industri. Sehingga, kemungkinan ikan mengambang itu dari limbah industri. Tapi, ini masih perlu investigasi lebih lanjut, ujar Hari Sudrajat, staf Pengendalian Dampak Lingkungan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bekasi, Rabu (16/2).
Dikatakan, investagasi dengan mengecek air Sungai Kalimalang. Pengecekan dilakukan di empat titik yakni sekitar jembatan Kemang Pratama (Rawalumbu), depan Unisma (Bekasi Timur), belakang kantor Walikota (Bekasi Selatan), dan Mal Metropolitan (Bekasi Barat). Di empat titik tersebut, BPLH menguji tingkat keasaman air (ph).
Dari pengecekan, ternyata tingkat keasaman air Kalimalang masih normal. Tingkat keasaman Kalimalang sekitar 6,5-7,5. Sementara, standar tingkat keasaman normal sekitar 6-9.
Selain limbah industri, Hari mencurigai mengambangnya ikan lantaran adanya peningkatan air secara mendadak dari hulu. Kalimalang berhulu dari Kali Cikeas dan Kali Cileungsi yang bertemu di Jatiasih. Kalau ada peningkatan air mendadak dari hulu, ikan bisa mabuk karena tidak cepat menyesuaikan, terangnya.
Peningkatan air juga bisa datang dari air hujan, yang menambah tingkat keasaman air Kalimalang. Kalau ada hujan, sifat air seperti tingkat keasaman itu berubah sehingga ikan kaget, sambungnya. o end