Beritabatavia.com -
Aparat Polantas Metro Jaya dinilai tidak serius dan paling terburuk dalam menertibkan para pengendara sepeda motor. Sehingga pengendara sepeda motor di ibukota bisa melakukan apa saja yang ingin dilakukannya di jalan raya. Seperti melintas di trotoar, menyalib dari jalur cepat dan masuk ke jalur khusus bus way. Hingga menabrak lampu merah dan berbagai pelanggaran lain yang potensi menimbulkan kecelakaan. Hal tersebut disampaikan ketua masyarakat peduli penegakan hukum (MPPH) Edison Siahaan, kemarin
Anehnya, kata Edison, prilaku 'suka-suka' pengendara motor terjadi di semua ruas jalan di ibukota, sedangkan di daerah tidak sehebat di Jakarta. Karena petugas Polantas di daerah memberikan tindakan tegas dan berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas. Sementara langkah itu tidak terlihat serius di lakukan di lingkungan Polda Metro Jaya.
Padahal, dalam setiap operasi yang dilakukan, terbukti bahwa pelanggaran lalu lintas tertinggi dilakukan oleh pengendara sepeda motor. Edison mengaku belum mengetahui, mengapa aparat Polantas Metro Jaya, tidak bertindak serius dalam menangani prilaku yang sangat membahayakan jiwa tersebut. Saya belum tahu pasti, apa kendala yang dialami petugas di lapangan, ujarnya. Tetapi, tambahnya, Polantas di daerah mampu, kenapa Metro Jaya tidak, itulah yang menjadi pertanyaan.
Sementara dalam sebuah kesempatan Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Royke Lumowa mengatakan, masalah lalu lintas ibukota menjadi topik utama dan mendapat perhatian semua pihak. Royke mengakui, sistim transportasi ibukota mengalami masalah yang sangat rumit. Ditambah lagi tidak seimbangnya pertumbuhan kendaraan dengan insfrastruktur jalan, serta kurang tertatanya management transportasi. Faktor tersebut memicu ketergantungan masyarakat menggunakan kendaraan pribadi, dikarenakan tidak adanya alat angkutan yang nyaman dan tepat waktu.
Didalam menata lalu lintas Jakarta saat ini, mari kita lihat secara komprehensif, banyak dari kita dan masyarakat melihat kemacetan dan kecelakaan. tapi mereka tidak melihat bahwa itu adalah dampak dari tidak tertannya dengan maksimal management transporttasijelas Perwira Akpol angkatan 1987 ini.
Beliau juga menerangkan, kemacetan yang terjadi adalah dampak daripada ketidak beresan penataan transportasi. Semua perencanaan yang tidak sesuai akan berdampak pada kemacetan.
jika perencaraan jaringan jalannya tidak benar, perencaraan tata kotanya tidak benar, sistim trayek transportasinya yang tidak benar dan volume kendaraan yang tidak diimbangi pertumbuhan jalan, maka out put dari semua itu adalah macet tegasnya
Dia menegaskan , jika ingin mengatasi kemacetan yang terjadi kita harus mulai perbaiki dari awal. Selain sistem transportasi yang ada, masyarakat pengguna jalanpun harus tertib.0 son