Beritabatavia.com -
Lahir dari kaum Mardijkers yang jadi tawanan Belanda. Menjadi tuan tanah terkaya di Batavia dan meninggalkan musik Tanjidor.
Kaum Mardijkers atau Portugis hitam merupakan sebutan untuk keturunan dan para bekas anggota tentara Portugis di Batavia. Mereka adalah tawanan pemerintah Belanda yang kemudian di bebaskan, setelah berganti keyakinan dari Katolik menjadi Protestan.
Saat Gubernur Jenderal Joan Maetsuycker berkuasa di Batavia pada priode 1653-1678. Pada tahun 1661, sebanyak 23 kepala keluarga atau sekitar 159 jiwa kaum Mardijkers dibebaskan atas persetujuan Gereja Protestan Batavia dan VOC. Mereka dimukimkan di daerah Tugu, saat ini Kecamatan Koja, Jakarta Utara.
Salah satu dari kaum ‘Portugis Hitam’ itu muncul seorang bernama Agustijn Michiels yang dekenal sebagai Mayor Jantje. Pria ini sangat terkenal di Batavia sebagai tuan tanah.
Mayor Jantje lahir 6 Januari 1769 dan pada 8 Oktober 1788 menikah dengan Maria Wilhemina de Bruijn. Pada tahun 1805 Mayor Jantje mendapat warisan kekayaan dari keluarganya. Namun seperti orang Mardijkers lainnya, Mayor Jantje tidak pernah bermukim di Weltevreden, tempat orang Belanda dan Eropa tinggal. Dia memilih tinggal di Echte Mardijkerbuurten di daerah sekitar Ancol.
Mayor Jantje memiliki tanah dan rumah yang jumlahnya cukup banyak dan terletak mulai dari Citeureup hingga daerah pedalaman Batavia ke Buitenzorg (Bogor), termasuk di antaranya daerah Cileungsi, Klapanunggal, Cipamingkis, Cimapag, Tanah Baru, Cibarusa dan Nanggewer.
Dengan kekayaan yang dimilikinya, Mayor Jantje hidup bahagia di daerah Citeureup. Apalagi, sang tuan tanah dikenal baik dan ramah kepada warga sekitar, terutama sahabat-sahabatnya. Bahkan, masyarakat sekitar maupun orang yang belum pernah berhubungan, mendapat kebaikan dari Mayor Jantje.
Seperti dikemukakan oleh F. De Haan dalam tulisannya De Laastste der Mardijkers. Mayor Jantje, sang de Rijkste Grondeigenar van Java (pemilik tanah terkaya di Jawa) ini tutup usia pada 27 Januari 1833 di Semper Idem, rumahnya di Batavia. Selain wasiat bagi pembebasan seluruh budak perempuannya, barangkali salah satu peninggalan Mayor Jantje yang paling berharga adalah tradisi bermusik yang kemudian dikenal sebagai tanjidor, musik Indo-Belanda yang dikenal sebagai musik rakyat Betawi sekarang. 0 berbagai sumber/son