Beritabatavia.com -
Jakarta-Terkait banyaknya siswa yang tidak lulus untuk pelajaran matematika dalam pelaksanaan UN beberapa waktu lalu, sejumlah orangtua murid dari salah satu SMUN yang berada di kawasan Jakarta Utara meminta pemerintah untuk membenahi dan membedakan kurikulum mata pelajaran matematika antara sekolah unggulan dan bukan unggulan. Tujuannya untuk mendongkrak nilai UN mata pelajaran matematika bagi siswa yang bukan bersekolah di sekolah unggulan.
Seperti dikatakan Hardi, orangtua murid SMUN 114, Cilincing, Jakarta Utara, di sela-sela UN susulan, Senin (10/5) pagi. Menurut dia, hal itu akan cukup membantu siswa yang bukan bersekolah di sekolah unggulan. Sebab, daya pikir siswa yang bukan bersekolah di sekolah unggulan itu tidak sama dengan rekannya yang bersekolah di sekolah unggulan. Dengan begitu nilai-nilai yang didapat para siswa dari kedua belah pihak itu dapat benar-benar bersaing, jelasnya.
Setelah UN hari pertama, Hardi melanjutkan, anaknya terlihat murung akibat tidak lulus ujian untuk pelajaran matematika yang masih disamakan dengan sekolah unggulan.
O dra