Beritabatavia.com -
Pabrik tahu yang diduga menggunakan bahan tambahan formalin, digerebek polisi. Industri kecil di Kampung Selaparanjang, Cisoka, Tangerang, dengan produksi 30 ton perhari dengan pemasaran di wilayah Tangerang ini, diduga sudah lama memakai bahan formalin agar produk tahu terasa lebih kenyal dan tahan lama.
Pemiliknya Ismail, mandor dan dua karyawan pabrik tahu itu diamankan Polda Metro Jaya. Penggerebakan pabrik tahu yang diduga mengandung formalin itu dilakukan berkat penyelidikan dan adanya informasi masyarakat, ungkap AKBP Sandi Nugroho, Kasubdit Indag Polda Metro Jaya, di Jakarta, Jumat (15/4).
Sandi melanjutkan berdasarkan info masyarakat itu, dilakukan penyelidikan. Pabrik milik rakyat kecil yang mempekerjakan 30 karyawan itu lalu digerebek. Polisi menyita 11 jerigen formalin, sample tahu, dan pembukuan .
Tersangka bisa dijerat dengan UU Perlindungan Konsumen dan UU Kesehatan. Seperti diketahui formalin, yang selama ini digunakan mengawetkan jenazah, sangat berbahaya jika dicampur dengan makanan, tandasnya.
Keterangan sementara Ismail, terpaksa memakai tambahan formalin karena harga kedelai di pasaran semakin mahal, dan jika tidak diantisipasi dengan cara seperti itu. Maka pabrik tahu tradisional bakal bangkrut, gulung tikar.
Secara kasat mata tahu yang beredar di pasar tradisional,
sangat sulit untuk dibedakan yang bermorfalin maupun tidak. Pasalnya, cairan formalin yang dimasukan
didalam makanan tahu itu sangat sedikit sekali.
Ditambah lagi, tahu yang mengandung formalin itu bentuknya tidak
kasar. Melainkan, lembut hampir sama dengan tahu yang tidak berformalin. o end