Kamis, 05 Mei 2011 15:37:22

Harga Kios Kramatjati Mencekik, Pedagang Menjerit

Harga Kios Kramatjati Mencekik, Pedagang Menjerit

Beritabatavia.com - Berita tentang Harga Kios Kramatjati Mencekik, Pedagang Menjerit

Rehabilitasi Pasar Kramatjati, Jakarta Timur, terganjal penolakan pedagang yang menjerit antaran harga kios baru yang ditawarkan terlalu mencekik, ...

Harga Kios Kramatjati Mencekik, Pedagang Menjerit Ist.
Beritabatavia.com - Rehabilitasi Pasar Kramatjati, Jakarta Timur, terganjal penolakan pedagang yang menjerit antaran harga kios baru yang ditawarkan terlalu mencekik, mahal. Dari 1.800 tempat usaha di pasar tersebut, baru 372 tempat usaha yang telah didaftarkan pemiliknya. Selebihnya meminta PD Pasar Jaya menurunkan harga kios dan mencabut penetapan bunga bank selama pembayaran cicilan uang muka dalam kurun waktu 3 tahun.

Juru bicara pedagang, Asiong, mengatakan harga per meter persegi kios yang ditawarkan terlalu tinggi dan sangat memberatkan pedagang. Padahal, saat ini juga daya beli masyarakat menurun karena mereka lebih senang belanja ke pasar modern. Padahal, untuk harga kios di lantai dasar zona B1A dihargai Rp 9 juta per meter persegi dan terendah di zona C4 Rp 3,3 juta per meter persegi.

Asiong menambahkan pedagang juga menuntut dihapuskannya biaya tambahan lain seperti PPn 10 persen, penghapusan biaya administrasi SHPTU (Sertifikat Hak Pemakaian Tempat Usaha), SIPTU (Surat Izin Pemakaian Tempat Usaha) dan biaya notaris. Menurut pedagang, seluruh biaya tambahan itu harusnya sudah dimasukkan dalam biaya PHP (Perpanjangan Hak Pemakaian).

Alangkah baiknya pendaftaran PHP dilakukan setelah adanya keputusan direksi soal penetapan harga kios. Bukan seperti sekarang ini, melakukan pendaftaran PHP terlebih dulu, sesal Asiong, Kamis (5/5).

Menurut Asiong, dirinya dan pedagang lain juga merasa heran, setelah pedagang membayar DP 20 persen, pedagang akan dikenai bunga bank jika ingin mencicil sisa DP sebesar 80 persen. Padahal di pasar-pasar lain, tidak ada penerapan bunga bank seperti itu. Kondisi ini menurutnya tidak sebanding dengan pendapatan pedagang yang terus merosot.

Asisten Manajer Area Timur I, Arbin, mengakui kalau masih ada pedagang yang meminta penurunan harga kios. Namun baginya, permintaan tersebut sangat tidak wajar sebab harga yang telah ditawarkan itu merupakan harga yang sangat terendah. Diakuinya, proses pendaftaran PHP lambat karena pedagang sibuk, sehingga tidak sempat mendaftarkan diri untuk perpanjangan hak pakai tempat usahanya.

Dari 372 tempat usaha yang diregistrasi untuk perpanjangan PHP, umumnya adalah kios daging, ikan dan sayur di Blok C. Sedangkan los pakaian, obat-obatan dan emas di Blok A dan B, masih banyak yang belum karena ada sejumlah pedagang yang enggan mendaftar, papar Arbin. o end


Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Rabu, 02 September 2026
Selasa, 01 September 2026
Selasa, 01 September 2026
Sabtu, 29 Agustus 2026
Rabu, 26 Agustus 2026
Senin, 24 Agustus 2026
Jumat, 21 Agustus 2026
Selasa, 18 Agustus 2026
Jumat, 14 Agustus 2026
Kamis, 13 Agustus 2026
Senin, 10 Agustus 2026
Jumat, 07 Agustus 2026