Beritabatavia.com -
Mabes Polri menyatakan senjata api dan amunisi yang dimiliki jaringan teroris Jawa Tengah dan Cirebon Jawa Barat, berasal dari Depok, Jawa Barat. Ini menyusul temuan sejumlah amunisi terkait penangkapan tersangka berinisial JM di Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah.
Kabagpenum Mabes Polri, Boy Rafli Amar menduga senjata api dan amunisi beserta bahan pembuat bom masih tersebar di daerah Jawa Tengah.
Dari Depok itu kan didistribusi ke Jawa Tengah. Ada ke Boyolali, ke Cirebon, ke Slawi. Dari situ terdistribusi. Menyebar. Antara lain ke Sigit Qurdowi ini, dan kita sedang kembangkan ke yang lain. Jadi, pengungkapan ini membuktikan ada rencana-rencana teror yang disiapkan oleh mereka, ujarnya di Jakarta, Rabu (18/5). Boy Rafli Amar menambahkan, anggota kelompok teroris yang masih dalam pengejaran kemungkinan tengah mempersiapkan aksi balasan.
Kapolres Depok, Kombes Pol Fery Abraham, beberapa waktu lalu pernah mengatakan ada sejumlah tempat di Depok yang dicurigai sebagai tempat transaksi jual beli senjata api, diantaranya di Kecamatan Bojongsari, Pancoran Mas, Beji dan Cimanggis.
Sebelumnya, polisi menangkap terduga teroris berinisial JM di Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah. Dalam penangkapan, polisi menemukan 30 butir amunisi. JM diduga sebagai tangan kanan Sigit Qurdowi, tersangka teroris yang tewas pada penangkapan di Sukoharjo, Jawa Tengah pekan lalu. Sigit juga diduga otak bom bunuh diri di Cirebon, Jawa Barat beberapa waktu lalu.
Sementara bahan peledak, senjata dan amunisi hasil penggeledahan tempat singgah Sigit diduga berasal dari Zulkifli Lubis yang tinggal di Depok. Zulkifli telah ditangkap di Boyolali, dan ditetapkan sebagai salah satu tersangka Bom Cirebon. O ant/brn