Senin, 23 Mei 2011 16:00:11

Sportivitas

Sportivitas

Beritabatavia.com - Berita tentang Sportivitas

DALAM sebuah permainan (game), tidak cukup hanya memiliki ketrampilan dan kemampuan memainkan atau mengorganisir kelompok untuk mencapai kemenangan. ...

Sportivitas Ist.
Beritabatavia.com - DALAM sebuah permainan (game), tidak cukup hanya memiliki ketrampilan dan kemampuan memainkan atau mengorganisir kelompok untuk mencapai kemenangan. Tetapi faktor sportivitas, juga sangat menentukan untuk meraih kemenangan yang bermatabat. Karena lewat bermain, kita juga bertujuan untuk membangun sebuah persahabatan dan rasa kebersamaan yang memerlukan sikap sportivitas yang tinggi.
Begitu jugalah hendaknya yang harus dimiliki oleh para peserta Kongres PSSI yang diselenggarakan Komite Nasionalisasi bentukan FIFA pimpinan Agum Gumelar. Sayangnya, kongres dengan agenda memilih Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, dan sembilan anggota Komite Eksekutif itu, berakhir tanpa keputusan apapun. Padahal, kongres ini berlangsung saat bangsa Indonesia memperingati 103 tahun Hari Kebangkitan Nasional.
Penggila sepakbola Indonesia sangat berharap kongres ini bisa menghasilkan pengurus PSSI yang kredibel dan menjadi tonggak bersejarah kebangkitan sepakbola setelah Nurdin Halid dilengserkan secara paksa. Namun, kongres gagal menghasilkan keputusan yang bisa membangkitkan sepakbola Indonesia meraih prestasi dunia.
Penyelenggaraan kongres terasa kian panas ketika nama George Toisutta dan Arifin Panigoro tidak masuk dalam bursa calon ketua umum atas rekomendasi FIFA. Padahal, kedua nama itu mendapat dukungan dari Kelompok 78 yang memiliki suara mayoritas. Kelompok 78 yang melupakan sportivitas ini pula yang membuat jalannya kongres menjadi tidak kondusif.
Ini adalah Kongres PSSI terpanas sepanjang sejarah sepakbola Indonesia. Pemilik suara, tidak lagi berpikiran jernih dan berkeinginan untuk memajukan sepakbola Indonesia. Peserta lebih mengedepankan kepentingan kelompok dan tidak mempedulikan keinginan pecinta sepakbola tanah air. Semuanya bermuara kepada Kelompok 78 yang sejak awal kongres sudah melakukan mosi tidak percaya dan menolak Agum.
Tekanan psikologis yang dilancarkan Kelompok 78 kepada anggota KN, akhirnya membuat kongres yang sudah berlangsung selama enam jam tak menghasilkan apa-apa. Peserta kongres sudah tidak menggunakan akal sehat, sportivitas, dan ‘fair play’. Kelompok 78 dengan sengaja ingin membuat kongres yang direstui FIFA ini gagal dan berencana membuat ‘kongres tandingan’.
Sebelumnya, Kelompok 78 menunjuk Patrick Mbaya untuk mengajukan gugatan terhadap FIFA kepada Court of Arbitration for Sport (CAS) karena George Toisutta dan Aripin Panigoro tetap tidak boleh maju sebagai calon. Walau kemudian kedua nama itu diperbolehkan ikut oleh Komite Banding (KB), Agum Gumelar tetap mengabaikannya. Karena apa yang dilakukan KN sudah sesuai dengan keinginan FIFA dan Indonesia akan bebas dari sanksi.
Jika saja, George Toisutta dan Arifin Panigoro dicalonkan, atau terpilih dalam Kongres PSSI yang berjalan rusuh, FIFA pasti akan menjatuhkan sanksi. Hal itu membuat cemas ratusan juta pecinta sepakbola di Indonesia. Memang kehadiran Kelompok 78 sangat menentikan tetapi mereka sama sekali tidak punya semangat kebersamaan dan jiwa sportif untuk membangkitkan serta membangun sepakbola Indonesia.
Sayangnya, nasi sudah menjadi bubur. Kongres PSSI terpaksa ditutup tanpa menghasilkan apa-apa, selain debat kusir yang dilakukan Kelompok 78. Ini sangat memalukan dan citra negatif PSSI di mata dunia semakin mengental. Pada hal, kebangkitan prestasi sepakbola Indonesia, bisa menjadi menyatukan bangsa seperti di Piala AFF lalu. Sportivitas olahraga harus dijunjung tinggi. Kepentingan pribadi dan kelompok harus dikesampingkan agar bisa berpikiran jernih untuk memajukan sepakbola Indonesia. Semoga. O


Berita Terpopuler
Minggu, 13 September 2020
Berita Lainnya
Kamis, 04 Juni 2020
Kamis, 28 Mei 2020
Selasa, 26 Mei 2020
Sabtu, 23 Mei 2020
Rabu, 20 Mei 2020
Kamis, 14 Mei 2020
Senin, 04 Mei 2020
Senin, 27 April 2020
Sabtu, 25 April 2020
Sabtu, 18 April 2020
Rabu, 15 April 2020
Jumat, 10 April 2020