Beritabatavia.com -
Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) menolak dikaitkan dengan SMS atau pesan singkat berupa ancaman bom jelang vonis terdakwa teroris, Abu Bakar Baasyir.
Sebelumnya, beredar SMS ajakan untuk melakukan jihad global di PN Selatan. Pengirim pesan tersebut mengaku telah menyiapkan 36 bahan peledak di seluruh Indonesia.
Juru Bicara JAT, Son Hadi, mengaku tidak tahu menahu soal SMS tersebut. Menurut dia, pengedar SMS gelap tersebut sengaja menciptakan kondisi tak nyaman di masyarakat.
Kita sendiri tidak tahu. Tapi ini pola lama, seperti pemilu selalu ada suasana-suasana mencekam. Kemudian, suasana tersebut diciptakan di sidang Abu. Seolah-olah, Ustad Abu itu pantas dapat vonis sebagai teroris, ujarnya di Jakarta, Kamis (16/6)
Son Hadi menegaskan para anggota JAT tidak akan melakukan kekerasan selama sidang Baasyir digelar.
Pemimpin JAT, Abu Bakar Baasyir, akan divonis hari ini. Terdakwa kasus terorisme tersebut dituding terlibat dalam kegiatan pelatihan militer di Aceh beberapa waktu lalu. Jaksa menuntut Baasyir dengan hukuman seumur hidup.
Son Hadi melanjutkan, 500-an anggota JAT dari Jawa Tengah, Jawa Timur dan Banten sudah berdatangan ke Jakarta untuk mengikuti sidang Baasyir. Menurut dia, anggota JAT akan mengurangi aksi orasi untuk menghindari provokasi kelompok tertentu yang ingin membuat kekacauan
Sementara Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menyediakan 1000 kartu masuk bagi wartawan dan 300-an kartu bagi pengunjung yang ingin mengikuti sidang vonis Abu Bakar Baasyir. Juru bicara Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Ida Bagus Dwiyantara, mengatakan, pengunjung yang datang kesidang Baasyir akan melebihi jumlah kartu yang tersedia.
Kalau tamu itu kita siapkan 300-an dan mengingat ruangan sidang tidak muat terlalu banyak, dan tamu kalau ngak muat diluar pakai TV. Kalau untuk wartawan 1000 tanda pengenal kita sebarkan, ujarnya. O brn