Beritabatavia.com -
Jakarta adalah kota yang kotor baik udaranya yang penuh polusi maupun akibat sampah warganya. Jika menemukan sudut Jakarta yang bersih, maka ini adalah suatu keistimewaan. Kalau suatu tempat biasanya kotor, lantas mendadak bersih, hampir pasti ada pejabat yang akan berkunjung. Atau hanya dibersihkan saat akan ada penilaian seperti Adipura, atau sekarang, dua hari lagi pada 22 Juni 2011, HUT Jakarta ke 484. Tapi membayangkan seluruh kota Jakarta yang bersih, rasanya sulit.
Salah satu saksi nyata kotornya Jakarta adalah Pulau Untung Jawa di Kepulauan Seribu. Pantai-pantai di pulau tersebut seolah jadi muara dari seluruh sampah yang dibawa 13 aliran sungai yang melintas di Jakarta, Depok, Bogor. Bukan hanya itu, sebagian sampah berasal dari provinsi Banten dan Jawa Barat. April lalu, Pulau Untung Jawa sampai menyatakan Keadaan Luar Biasa karena kiriman sampah dari daratan mencapai ribuan ton per tahun. Bayangkan sebuah pulau seluas 40 hektar dan pantai-pantainya diserbu sampah sebanyak itu.
Pulau Seribu Dikepung Sampah JabodetabekPulau Untung Jawa menggantungkan diri pada potensi wisata. Apalagi pulau ini diuntungkan dengan jarak yang terhitung paling dekat Jakarta, tak sampai 1 jam perjalanan dengan kapal. Tapi kondisi pantai yang penuh sampah, sungguh tak sedap dipandang mata. Warga harus setiap saat menjelaskan, kalau ini bukan sampah warga, tapi kiriman dari Jakarta.
Sampah itu paling banyak berasal dari wilayah timur Kepulauan Seribu, seperti Marunda, Bekasi, dan Indramayu. Sampah tersebut terbawa arus akibat angin timur dan kini memenuhi sisi selatan dan timur Pulau, ujar Eko Suroyo, Pelaksana Harian Lurah Pulau Untung Jawa.
Menurut Eko, bukan hanya Pulau Untung Jawa yang dikepung sampah. Tetapi juga pulau-pulau lain yang berdekatan dengan Pulau Untung Jawa, seperti Pulau Pari, Pulau Lancang, dan Pulau Rambut.
Di Pulau Rambut memang tidak ada penduduk, namun di pulau itu merupakan tempat tinggal ratusan spesies burung, dan juga tempat tinggal biawak, tutur Eko.
Guna menangani sampah di pulau tersebut, pihaknya telah mengerahkan sedikitnya 100 orang yang bekerja bakti membersihkan pantai. Namun jumlah orang yang membersihkan sampah, masih tidak sebanding dengan tingginya volume sampah.
Menumpuknya sampah di perairan, menurut Eko, berimbas pada aktivitas nelayan di pulau itu. Sampah-sampah menyulitkan laju perahu dan membuat ikan bergerak lebih ke tengah laut, sehingga semakin sulit dari jangkauan perahu nelayan.
Menurutnya, serangan sampah ke Pulau Untung Jawa dan Pulau Rambut, sepertinya akan terus berlangsung hingga beberapa bulan ke depan. Sebab angin timur yang membawa sampah akan terus bertiup hingga September mendatang, imbuh Eko.
Yang menarik adalah bagaimana warga Pulau Untung Jawa menyikapi sampah kiriman, yang tak mungkin mereka tolak ini. Sampah diolah, dipulung dan diberdayakan kembali untuk peningkatan ekonomi warga. Di tengah kepungan sampah sekalipun, Pulau Untung Jawa pada Mei lalu dinobatkan sebagai juara nasional lomba Perilaku Hidup Bersih dan Sehat tingkat Nasional. O brn