Minggu, 26 Juni 2011 10:53:19

JAKARTA

JAKARTA

Beritabatavia.com - Berita tentang JAKARTA

MEMASUKI usia hingga ke 484,  kota  yang dahulu bernama Batavia, kemudian sempat berubah menjadi Jayakarta, lalu saat ini disebut Daerah ...

JAKARTA Ist.
Beritabatavia.com - MEMASUKI usia hingga ke 484,  kota  yang dahulu bernama Batavia, kemudian sempat berubah menjadi Jayakarta, lalu saat ini disebut Daerah Khusus Ibukota Jakarta, masih menyisakan segudang  permasalahan. Sebut saja kemacetan, banjir, padat penduduk, sampah, pemukiman kumuh, tindak kriminal, semuanya membuat Jakarta kian semraut. Ditambah lagi, maraknya gedung-gedung pencakar langit menjadikan Jakarta seperti hutan beton, yang membuat warga kian jauh dari kotanya.
Jakarta nyaris tak pernah lepas dari masalah, membuat warganya stres hingga frustasi. Kota yang diharapkan bisa memberikan keselamatan, kenyamanan dan keamanan, serta kehidupan yang layak tak kunjung tiba. Justru  berubah menjadi kota yang mencemaskan dan mengkhawatirkan. Bahkan sebagian warga mengaku, Jakarta sudah tak layak menjadi kota yang dapat memberikan kehidupan bagi manusia.
Ditengah problem yang dihadapi, Jakarta berupaya menata diri menjadi kota yang lebih ramah terhadap penduduk dan masyarakat yang beraktivitas untuk mencari penghidupan. Hasilnya, masih jauh dari harapan. Beban Jakarta yang begitu berat, membuat nafasnya  sesak dan langkahnya terseok-seok. Sementara derap langkah ‘perkembangan’ kian cepat, sehingga Jakarta seperti kehabisan tenaga untuk mencapainya.

Di usianya yang ke-484, Jakarta harus segera mengubah diri. Komitmen dan keseriusan para pemimpin, termasuk otoritas Pemerintah Pusat, dalam penanggulangan berbagai masalah seperti  kemacetan dan banjir. Dibutuhkan pemimpin yang mampu melaksanakan rencana-rencana besar yang digagas dan mensosialisasikannya kepada publik.
Selain itu, Jakarta harus mewujudkan keadilan terhadap warga, baik warga kaya maupun miskin. Jangan lagi ada kewenangan yang tak terbatas, termasuk arogansi para pengusaha ketika membangun pusat perbelanjaan atau mal. Pemprov DKI harus juga mampu menata dan menginventarisir serta mempergunakan aset "aset pemerintah hanya untuk kepentingan masyarakat.
Jakarta yang secara geografis berada dipinggir pantai, tentu harus dimbangi dengan penghijauan, agar dapat menekan udara dan suhu Jakarta yang kian panas. Karena, hingga saat ini, para pemangku kewenangan hanya ‘galak’ saat kampanye tetapi kurang disertai tindakan nyata untuk membuat Jakarta lebih hijau, nyaman dan sejuk.
Dan lebih penting, semua pihak harus mengetahui bahwa Jakarta sebagai ibukota negara menjadi barometer keberadaan Indonesia. Disinilah pusat pemerintahan dan bisnis. Goncangnya Jakarta akan membuat goncang Indonesia. Karena itu kunci stabilitas nasional adalah terjaminnya keamanan Jakarta. Masyarakat harus tahu bahwa keadaan yang paling genting adalah tolak ukur seseorang untuk memimpin Jakarta. Jakarta harus dipimpin oleh seorang yang tegas dan berani serta memiliki integritas dan berkomitmen.0 Edison Siahaan  


Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Kamis, 04 Juni 2020
Kamis, 28 Mei 2020
Selasa, 26 Mei 2020
Sabtu, 23 Mei 2020
Rabu, 20 Mei 2020
Kamis, 14 Mei 2020
Senin, 04 Mei 2020
Senin, 27 April 2020
Sabtu, 25 April 2020
Sabtu, 18 April 2020
Rabu, 15 April 2020
Jumat, 10 April 2020