Beritabatavia.com -
Warga Jabodetabek mengeluhkan minimnya daya angkut Kereta Commuter Line. Melalui KRL Mania atau Komunitas Pecinta KRL mereka mengatakan, dalam operasional perdana KRL Commuter Line telah terjadi penumpukan penumpang.
Penyebabnya karena kurangnya armada kereta yang disediakan oleh PT KRL Commuter Jabodetabek. Selain itu, penerapan operasi tunggal mengharuskan kereta berhenti di tiap stasiun, sehingga kepadatan penumpang tak bisa dihindari.
Kepadatan di KRL itu makin bertambah, karena KRL itu berhenti di tiap stasiun. Dan juga penumpang di tiap stasiun, akhirnya harusnya diakomodir masuk. Tadinya, KRL ekspres hanya berhenti di stasitun tertentu, sekarang berhenti di tiap stasiun. Maka tingkat kepadatannya juga semakin tinggi, apabila tak imbangi dengan penambahan jumlah KRL yang memadai, ujar Aditya Dwilaksana, Ketua KRL Mania di Jakarta, akhir pekan ini.
Aditya juga meminta PT KCL menambah armadanya. Selain itu, ia juga meminta peningkatan pelayanan, karena tarif yang diberlakukan sudah naik dari sebelumnya.
PT KCL mengklaim dengan sistem operasi tunggal ini frekuensi perjalanan KRL yang semula sebanyak 444 perjalanan akan ditambah 16 perjalanan setiap harinya. Untuk melengkapi tambahan 16 perjalanan tersebut, PT KA akan menambah 130 gerbong. O brn