Senin, 04 Juli 2011 17:45:45

Anak Medan Jadi Metro Satu

Anak Medan Jadi Metro Satu

Beritabatavia.com - Berita tentang Anak Medan Jadi Metro Satu

" MANTAP bah... pangkatnya Jenderal, gelarnya Doktor pula,  jabatan barunya Metro satu (M-1) sebutan lain untuk jabatan  Kapolda Metro ...

Anak Medan Jadi Metro Satu Ist.
Beritabatavia.com - MANTAP bah... pangkatnya Jenderal, gelarnya Doktor pula,  jabatan barunya Metro satu (M-1) sebutan lain untuk jabatan  Kapolda Metro Jaya,.  Begitulah kira-kira ungkapan warga yang berasal dari Sumatera Utara atas pengangkatan Inspektur Jenderal (Irjen) Dr Untung Suharsono Radjab, SH, menjadi orang nomor satu di Polda Metro Jaya.

Warga Jakarta berharap, Jenderal bintang dua polisi kelahiran Medan Sumatera Utara pada 8 Oktober 1954 ini, sukses memimpin Polda Metro Jaya, seperti dua seniornya Irjen purnawirawan MH Ritonga (1989-1992) dan Mulyono (2000-2001).

Lulusan AKPOL 1977 ini diangkat berdasarkan  Telegram Kapolri Nomor: TR/1334/VI/2011 tanggal 30 Juni 2011. Irjen Dr Untung Suharsono Radjab terpaksa meninggalkan jabatan lamanya sebagai  Kapolda Jawa Timur yang baru didudukinya sejak 14 Maret 2011. Kemudian menggantikan juniornya Irjen Sutarman yang akan menjabat sebagai Kabareskrim menggantikan Komjen Ito Sumardi.

Menariknya, pria kelahiran Medan ini justru lebih banyak menghabiskan waktu dinasnya di daerah Jawa Timur. Berdasarkan catatan karir kepolisiannya, dia pernah menjabat Kapolres Lumajang dan Komandan Provost Polwiltabes Surabaya, kemudian Wakapolwiltabes Surabaya, serta Kapolwil Besuki.

Sejak meraih pangkat Brigadir Jenderal (bintang satu) pada 1999, Irjen Dr Untung Suharsono Radjab sudah dua kali menjabat Kapolda yaitu  Kapolda DI Yogyakarta dan Kalimantan Selatan.Kemudian pada Oktober 2010, posisinya sebagai orang nomor satu di Polda Kalsel digantikan Brigjen Syafruddin, mantan ajudan Wapres RI dan Wakapolda Sumut. Lepas dari Banjarmasin Dr Untung mendapat kenaikan pangkat menjadi Jenderal Bintang dua dengan tugas sebagai Widyaiswara Utama (Dosen utama) di Sespim Lemdiklat. Pada tanggal 14 Maret 2011, Dr Untung diangkat sebagai Kapolda Jawa Timur.

Tantangan Berat

Jakarta tidak sekadar pusat pemerintahan dan Ibukota negara Republik Indonesia. Jakarta juga menjadi pusat perdagangan, investasi, industri,  pariwisata dan hiburan. Posisi Jakarta sebagai  pusat seluruh aktivitas, membuat Jakarta selain strategis juga menjadi barometer bagi daerah-daerah lain di Indonesia.
Kehidupan dan aktivitas  masyarakat metropolitan yang penuh dinamika merupakan salah satu faktor yang potensi menimbulkan gangguan Kamtibmas. Apalagi, Jakarta merupakan panggung hingar bingarnya suhu politik yang bisa tiba-tiba mendadak tinggi, sehingga  potensi menimbulkan gangguan Kamtibmas.

Ditambah lagi sejumlah wilayah penyangga yang mengelilingi Jakarta dan menjadi bagian wilayah hukum Polda Metro Jaya yaitu  Kodya Tangerang, Kabupaten Tangerang Banten, Kodya Depok, Kodya Bekasi dan Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Membuat jajaran Polda Metro Jaya harus lebih ekstra meningkatkan kinerja untuk memelihara keamanan dan ketertiban masyarakatnya. 

Guncangnya Jakarta akan berdampak pada stabilitas keamanan Indonesia. Karena itu,  kunci stabilitas nasional adalah terjaminnya keamanan Jakarta. Begitu juga pemimpin yang sukses memimpin Polda Metro Jaya merupakan salah satu tolak ukur seseorang untuk mendapatkan prestasi dan jabatan yang lebih tinggi. Oleh karena itu, Kapolda Metro Jaya haruslah sosok yang memiliki ketegasan, keberanian dan integritas yang tinggi serta komitmen. 

Dihadang Pengamanan Lebaran

Memasuki bulan pertama masa tugas Irjen Dr Untung Suharsono Radjab, SH, sebagai Kapolda Metro Jaya, tidak lagi memiliki waktu untuk konsolidasi. Tetapi, posisi mesin sudah harus langsung start dan tancap gas. Mengingat, pada awal Agustus 2011 sudah memasuki bulan suci Ramadhan (puasa). Tentu Polda Metro Jaya sudah harus merancang strategi pengamanan arus mudik Lebaran dan sistim pengamanan Jakarta yang ditinggal warganya mudik ke kampung halaman. Apalagi, belakangan ini aksi kejahatan dengan menggunakan senjata api kian marak. Bahkan, diprediksi aksi kejahatan akan terus meningkat menjelang bulan puasa dan lebaran.

Sebelum meninggalkan tugas Kapolda Metro Jaya Irjen Sutarman mengatakan, prediksi akan adanya peningkatan angka kejahatan adalah berdasarkan hasil analisa dan evaluasi kalender keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Pertama kita lihat dari kalender Kamtibmas, saat menjelang puasa dan lebaran, kita selalu dihadapkan dengan situasi kriminalitasnya meningkat, kata Sutarman.

Ia memprediksi, kejahatan jalanan akan terus meningkat hingga puncaknya menjelang pergantian tahun. Karena momen-momen ini, mobilitas dan keperluan masyarakat juga meningkat.
Karenanya dengan kondisi seperti ini kita harus meningkatkan mulai dari preventif dengan penjagaan, menggiatkan kring-kring reserse, kata mantan ajudan Presiden Gus Dur itu.

Lebih lanjut Sutarman mengatakan, faktor lain indikasi peningkatan tindakan kejahatan di ibukota Jakarta dimungkinkan terkait aksi terorisme. Kelompok teroris diduga melakukan perampokan untuk kegiatan pendanaan. Kelompok terorisme sekarang ini dengan terputusnya aliran dana mereka, mereka akan mencari dana-dana yang dapat dilakukan untuk operasional para pelaku terorisme, ungkap Sutarman yang sebentar lagi akan menjabat Kabareskrim Polri.

Sutarman mengingatkan agar seluruh jajaran kepolisian senantiasa waspada dan cepat bertindak atas sebuah peristiwa yang potensi mengganggu Kamtibmas. Apalagi, kelompok teroris menjadikan polisi sebagai sasaran untuk mendapatkan senjata.   Polisi yang lengah akan dijadikan target sasaran penyerangan untuk mengambil senjatanya. Ini juga sudah kita petakan, analisa dan evaluasi. Ini tantangan bagi kita untuk mengatasinya, ungkap Sutarman.

Pada akhir masa tugasnya sebagai Kapolda Metro Jaya, Irjen Sutarman mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dini akan indikasi peningkatan kerawanan kejahatan ini. Masyarakat diimbau segera  meminta bantuan polisi saat melakukan transaksi keuangan dalam jumlah besar. Kepada masyarakat kita harapkan minta bantuanlah kepada kita kalau misalnya membawa barang berharga dari satu tempat ke tempat lain khususnya uang, ujar Irjen Sutarman.

Senjata Api Marak

Meningkatnya tindak kejahatan dengan menggunakan senjata api, tidak terlepas dari maraknya pembuatan senjata api rakitan. Menurut Sutarman, ini  menjadi fenomena meningkatnya perampokan, sehingga polisi harus lebih meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi fenomena itu. Fenomena yang berkembang ini menjadi tantangan bagi kita, Polri khususnya untuk melakukan penindakan terhadap siapapun yang manyalahgunakan senjata api, tegas Sutarman.
Penjelasan Irjen Sutarman menjadi masukan sekaligus perhatian bagi Irjen Dr Untung Suharsono Radjab, SH, dalam menjalankan tugas baru sebagai Kapolda Metro Jaya. Selamat bertugas Jenderal...semoga sukses. Horas... ! 0 edison


Berita Lainnya
Jumat, 03 April 2026
Kamis, 02 April 2026
Kamis, 02 April 2026
Kamis, 02 April 2026
Kamis, 02 April 2026
Rabu, 01 April 2026
Selasa, 31 Maret 2026
Selasa, 31 Maret 2026
Sabtu, 28 Maret 2026
Jumat, 27 Maret 2026
Senin, 23 Maret 2026
Minggu, 22 Maret 2026