Beritabatavia.com -
Peristiwa pemerkosaan yang dialami Pt (17), warga Rempoa, Ciputat, Tangerang Selatan, di sebuah rumah karaoke di Mal Senayan City, Jakarta Selatan, pada Selasa 26 Juli lalu, masih menyisakan sejumlah pertanyaan. Bagaimana mungkin peristiwa bejat itu terjadi di satu tempat hiburan?
Di luar persoalan tersebut, peristiwa ini kembali memberikan pelajaran berharga bagi para orangtua agar lebih hati-hati menjaga dan mencermati pergaulan anak-anak mereka.
Sebab, seperti sudah diberitakan, berdasarkan keterangan Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat AKBP M Firman, Pt diperkosa oleh Salim Fikry Al Jufry alias KI, 22 tahun, (inisial nama panggilan) yang tak lain adalah kerabat (sebelumnya disebut adik kandung) pacarnya, Husein.
Modusnya pun tergolong umum. Pt, yang diketahui merupakan putri seorang perwira TNI, diajak KI ke rumah karaoke untuk menyalurkan hobi bernyanyi. Di tempat itu ternyata telah menunggu tiga rekan KI lainnya yakni PR, RA, dan RU. Guna membuat suasana karaoke lebih ‘hidup’ salah satu dari keempat pria itu memesan minuman beralkohol.
Di sela-sela keasyikan berdendang, mereka mulai mencekoki Pt dengan minuman keras itu hingga korban sempoyongan dan mabuk. Masih menurut keterangan polisi, KI lantas menyeret Pt ke kamar mandi lalu menodai gadis itu.
Pada saat pemeriksaan, Polisi juga menemukan foto-foto bugil Pt yang diduga disebarluaskan oleh KI melalui ponsel BlackBerry-nya. Foto itu diduga diambil tak lama setelah Pt diperkosa dan diseret ke sofa ruang karaoke tersebut.
Namun, belum jelas siapa pelaku yang memotret dan menyebarluaskan foto melalui BlackBerry Messenger karena sejauh ini KI masih membantah bahwa dirinya sebagai pelaku.
Pertanyaan lainnya juga muncul, tidak adakah kamera pemantau (CCTV) di ruang karaoke sehingga pelaku bisa melakukan tindak kejahatan dengan mengabadikan pose korban dalam kondisi tanpa busana dengan kamera ponsel?
Pertanyaan ini mungkin akan terjawab setelah polisi memeriksa pengelola jasa karaoke. AKBP M Firman menegaskan, penyidik akan meminta keterangan pengelola.
Kami akan memeriksa pengelola karaoke tersebut. Mengapa di tempatnya bisa terjadi tindakan perkosaan. Kami juga akan melakukan tes urine kepada pelaku karena diduga mabuk saat itu, kata Firman seperti dilansir okezone.com, Selasa (2/8).
Terungkapnya kasus ini juga mirip dengan kasus-kasus pemerkosaan lainnya. Sebab, usai kejadian perilaku Pt berubah drastis menjadi pendiam dan kerap melamun di kamar. Sebelumnya, KI berbohong kepada orangtua korban dengan mengatakan Pt baru saja dirampok dan telepon genggamnya hilang.
Guna membuat cerita terasa meyakinkan, ponsel BlackBerry Onyx dan uang sebesar Rp500 milik Pt diduga diambil KI. Walaupun, seperti disampaikan kakak korban, Kiki Indah, KI lagi-lagi membantah.
Dia biang kepada kami, oh saya tidak mungkin ambil. Mana mungkin kami orang berada, ujar Kiki Indah meniru ucapan tersangkan KI.
Namun, setelah didesak, Pt akhirnya berterus tersang mengenai kejadian yang menimpanya. Keluarga korban akhirnya melapor ke polisi pada Sabtu, 30 Juli malam. KI sendiri ditangkap polisi dua hari kemudian pada Minggu (31/7) malam di rumahnya. Konon, ketika itu tersangka sudah bersiap-siap kabur ke Australia.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dan pantauan okezone saat mendatangi Senayan City siang ini, diketahui di pusat perbelanjaan tersebut hanya terdapat 1 rumah karaoke yakni XKTV yang terletak di lower ground 06.
Tempat tersebut masih tutup sehingga kami belum bisa mengkonfirmasi dan memverifikasi keterangan polisi. Namun, secara terpisah, Kiki membenarkan bahwa adiknya diperkosa tersangka di X KTV.
Kiki menambahkan, usai kejadian, adiknya masih sempat menginap sehari di apartemen milik pacarnya, Husein, di Apartemen Mediterania, Jakarta Barat, Tower 8. Menurut Kiki, sebelumnya Pt juga diajak jalan-jalan oleh Husein ke Cideng dan City Walk.
Di Cideng adik saya dibelikan Dumolid (obat penenang). Setelah itu, di apartemen disuruh minum separuh, lalu tak sadarkan diri. (Saat sadar) dia ingat posisi bajunya setengah telanjang, katanya.
Keluarga sebenarnya telah melaporkan dugaan perkosaan Husein ke Polres Jakarta Barat pada Sabtu (30/7) malam. Namun, penyidik mengaku tak bisa menetapkan tersangka karena tak ada orang ketiga. Pada hari yang sama, keluarga juga melaporkan kejadian di XKTV ke Polres Jakarta Pusat.
Saat ini bapak saya sedang ke Apartemen Mediterania melihat CCTV dan plat nomor mobil Husein, kata Kiki.
Berikut ringkasan kronologi peristiwa pemerkosaan Pt menurut keterangan kakak korban, Kiki Indah.
Selasa 26 Juli
Korban diajak KI karaoke ke XKTV di Senayan City lower ground 06 pada sore hari. Pt dipulangkan KI ke orangtuanya pada malam hari dan dikatakan telah dirampok.
Jumat 29 Juli
Pt diajak Husein jalan-jalan ke Cideng dan City Walk di Jakarta Pusat. Mereka lantas menginap di Apartemen Mediterania Tower 8, Jakarta Barat. Di tempat tersebut, Pt disuruh meminum Dumolid hingga tak sadarkan diri. Dia diduga juga digagahi Husein
Sabtu 30 Juli
Keluarga korban melaporkan kejadian di Apartemen Mediterania ke Polres Jakarta Barat. Namun, penyidik mengaku tak bisa menetapkan Husein sebagai tersangka karena tak ada orang ketiga yang melihat peristiwa tersebut. Keluarga juga melaporkan pemerkosaan di rumah karaoke XKTV, Senayan City, ke Polres Jakarta Pusat.
Minggu 31 Juli
Anggota Polres Jakarta Pusat menciduk KI di kediamannya. Dikabarkan KI tengah bersiap-siap kabur ke luar negeri. o end