Kamis, 01 April 2010 20:51:50

Diduga Ada Praktik Markus, Enam Penyidik Polda Metro Di Propamkan

Diduga Ada Praktik Markus, Enam Penyidik Polda Metro Di Propamkan

Beritabatavia.com - Berita tentang Diduga Ada Praktik Markus, Enam Penyidik Polda Metro Di Propamkan

Diduga ada Markus, Ibunda Jared Minta Kasusnya Dibuka Kembali

Diduga Ada Praktik  Markus, Enam Penyidik Polda Metro Di Propamkan Ist.
Beritabatavia.com - Diduga ada Markus, Ibunda Jared Minta Kasusnya Dibuka Kembali
 Jakarta
Julianan Dharmadi (37), ibunda dari Jared Christopel (2) yang diduga korban malpraktek RS Omni International mengharapkan kasusnya yang di SP3 dibuka kembali, dia mensinyalir ada makelar kasus yang bermain dibalik proses penyidikan polisi.
Saat dijumpai usai bertemu dengan Unit Remaja dan Anak (renakta) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, kemarin 24/3, Juliana mengharapkan agar pihak dari Polda segera membuka kembali kasus yang sudah di SP3 pada 16 November 2009 lalu. Kita berharap dibuka lagi, ini ngaco semua, penyidik tidak profesional, sebutnya.
Ketidak profesionalan yang dimaksud Juliana adalah sikap penyidik yang merendahkan, menyangsikan bukti dan melanggar kode etik.
Tak hanya itu, suami Juliana, Kiki Kurniadi yang saat itu mendampingi mengatakan dirinya tidak puas dengan penyidikan polisi. Dirinya bahkan menganggap penyidik polisi bertindak layaknya makelar kasus. Mereka (penyidik) mengarahkan kasus yang saya laporkan dari perbuatan yang mengakibatkan seseorang cacat menjadi cacat karena kandungan istri saya, keluh Kurniadi kepada sejumlah wartawan.
Saat ditanyakan apakah dirinya menganggap ada markus didalam proses penyidikan Polda, dengan tegas dia sebutkan benar, ya, kita berhadapan dengan markus di Polda.
Tak hanya mengarahkan, istri Kiki, Juliana juga menyebutkan dengan hanya menghadirkan saksi oleh penyidik juga membuktikan adanya kongkalikong antara pihak RS Omni International dengan penyidik. Mereka (penyidik) panggil saksi dari orang Omni, dengan begitu saksi itu kompak mengatakan usia kehamilan istri saya 30 mggu, padahal jelas-jelas 33 minggu 3 hari. Kita punya bukti sejak bukti kehamilan, 27 Desember 2008 lahir 26 mei 2008. Kalau sudah kompak berarti sudah sepaket.
Dengan mengarahkan ke usia prematur yang akibatkan kebutaan, Juliana menduga penyidik juga sepakat dengan Omni yang ingin mengarahkan ke permasalahan kandungan, padahal dia punya bukti data kehamilannya.
Selain itu, sambungnya, bukti resume medis yang menunjukkan aktivitas dokter saat menangani anaknya sudah diberikan. Dalam resume yang berupa tulisan tangan dokter Ferdy Limawal terlihat jelas ada klausul yang menyebutkan perlunya penanganan intensif di mata Jared. Saat anak saya akan pulang dan dokternya diganti oleh dokter Andi ada klausul note yang berpesan tolong lanjutkan observasi dokter mata. Berarti tidak ada penanganan oleh dokter mata donk selama itu, serunya.
Emosi Juliana memuncak saat dirinya diberitahu oleh penyidik bahwa kasusnya akan di SP3 karena kurang cukup bukti. Bahkan dirinya mengajak penyidik ke Australia untuk melihat langsung pemeriksaan medis anaknya, dengan biaya dari pihaknya.
Selain itu, dirinya juga diejek oleh penyidik yang menangani kasusnya. Saya malah diejek, buat apa bu nerusin kasus ini, kan pasti di SP3 karena kurang cukup bukti, kata penyidik, ungkapnya.
Juliana pun mengadukan perihal ketidak profesionalan aparat penyidik tersebut ke Propam Polda Metro Jaya Senin, 23/3 lalu. Saat itu, Juliana langsung menghadap ke Kabid Propam, Kombes Joko Hartanto dan dijanjikan akan memeriksa penyidik yang menangani kasus Juliana. Penyidik yang dilaporkan oleh Juliana sebanyak 6 orang dari 12.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Boy Rafli Amar mengatakan pihak Polda mempersilakan melapor ke Propam jika dalam proses penyidikan terindikasi pelanggaran. Silakan saja lapor, kita akan memroses jika ada penyidik yang tidak benar dalam bertugas, sebutnya. Namun Boy mengingatkan dalam proses pemeriksaan terhadap penyidik itu dapat memakan waktu hingga satu bulan.
Oson
Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Rabu, 02 September 2026
Selasa, 01 September 2026
Selasa, 01 September 2026
Sabtu, 29 Agustus 2026
Rabu, 26 Agustus 2026
Senin, 24 Agustus 2026
Jumat, 21 Agustus 2026
Selasa, 18 Agustus 2026
Jumat, 14 Agustus 2026
Kamis, 13 Agustus 2026
Senin, 10 Agustus 2026
Jumat, 07 Agustus 2026