Rabu, 19 Mei 2010 09:36:08

Lapisan Es Puncak Jaya Tinggal 22 Persen

Lapisan Es Puncak Jaya Tinggal 22 Persen

Beritabatavia.com - Berita tentang Lapisan Es Puncak Jaya Tinggal 22 Persen

Lapisan es Puncak Jaya Pegunungan Jaya Wijaya, Papua, saat ini tinggal 22 persen dari luas keseluruhan. Fakta itu diungkapkan Dwi Susanto, peneliti ...

Lapisan Es Puncak Jaya Tinggal 22 Persen Ist.
Beritabatavia.com - Lapisan es Puncak Jaya Pegunungan Jaya Wijaya, Papua, saat ini tinggal 22 persen dari luas keseluruhan. Fakta itu diungkapkan Dwi Susanto, peneliti dari Lamont-Doherty Earth Observatory (LDEO) Columbia University, AS. Dari berbagai data yang ada di sini (Indonesia), seperti dari foto udara dan data citra satelit, lapisan es di Puncak Jaya berkurang drastis 78 persen pada 2006 sejak 1936, jelas Dwi Susanto di sela-sela jumpa pers tim peneliti lapisan es Puncak Jaya Indonesia -Amerika di kantor BMKG, Jakarta, kemarin. 

Dwi mengutip data dari Prentice (2007) yang mempunyai data awal pada 1936 sampai 2000 yang juga menyatakan lapisan es di Puncak Jaya telah menurun secara drastis. Akan tetapi, Dwi yang berkewarganegaraan Indonesia itu tidak dapat mengatakan berapa luas lapisan es sekarang dan pada awalnya. Dia menjelaskan lapisan es tersebut berkurang secara drastis akibat pengaruh perubahan iklim, yakni perubahan cuaca secara global yang lebih panas akan mengumpul di sekitar kawasan ekuator.

Padahal ilmuwan di Indonesia maupun global belum mempunyai data mengenai lapisan es Puncak Jaya tersebut. Terkait itu Indonesia dan AS akan meneliti lapisan es di Puncak Jaya Pegunungan Jaya Wijaya, Papua, selama tiga minggu, mulai minggu terakhir Mei 2010.

Indonesia diwakili peneliti dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan peneliti dari Lamont-Doherty Earth Observatory (LDEO) Columbia University, serta peneliti dari Byrd Polar Research Center (BPRC) Ohio State University dari AS. Dengan meneliti lapisan es ini, tidak hanya untuk memprediksi masa depan, tetapi juga melihat sejarah perubahan iklim di Indonesia dan di kawasan Asia Pasifik, kata Kepala BMKG Sri Woro Harijono.

Sri mengatakan bahwa Puncak Jaya, Papua, merupakan salah satu dari tiga puncak gunung di dearah tropis yang diselimuti lapisan es secara permanen, selain puncak Gunung Kilimanjaro di Tanzania dan Puncak Pegunungan Andes, Peru, Amerika Latin. Puncak Jaya dipilih karena mewakili keberadaan lapisan es yang abadi di daerah ekuator. Lapisan es inilah yang dipelajari untuk melihat kronologis perubahan iklim yang terjadi di daerah tersebut.

Tim peneliti terdiri atas Dodo Gunawan (peneliti BMKG), Dwi Susanto (peneliti dari Lamont-Doherty Earth Observatory/LDEO, Columbia University-AS), Prof. Lonnie G. Thompson (peneliti dari Byrd Polar Research Center-Ohio State University-AS), dan para peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), ditambah dua mahasiswa pascasarjana dari Indonesia yang akan meneliti lapisan es tersebut. Puncak Jaya memiliki ketinggian 4.884 meter di atas permukaan laut. O ant/mean (Foto istimewa)
Berita Lainnya
Jumat, 15 Mei 2026
Jumat, 15 Mei 2026
Selasa, 12 Mei 2026
Minggu, 10 Mei 2026
Jumat, 08 Mei 2026
Kamis, 07 Mei 2026
Kamis, 07 Mei 2026
Selasa, 05 Mei 2026
Jumat, 01 Mei 2026
Jumat, 01 Mei 2026
Selasa, 28 April 2026
Selasa, 28 April 2026