Beritabatavia.com -
Enam dari sepuluh pelaku kawanan pencuri mesin uang Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Jakarta, Depok dan Tangerang, berhasil ditangkap. Seorang pelaku diantaranya ditembak kakinya, seorang pelaku diserahkan ke Pomal karena masih anggota TNI aktif dan seorang lainnya dibantarkan karena sakit.
Keenam pelaku yang ditangkap Yoris Togas (45), M Yahya (41) warga Tanjung Priok yang ditembak kakinya, Moh Ismanto alias Sukrat (25) warga Sukaraja, Bogor, Nanang (39) warga Duren Sawit Jakarta Timur, Fadli (49) warga Cilincing, Jakarta Utara, dan Mulyono (38) oknum anggota TNI warga Cilincing.
Otak pengondol adalah Yoris, residivis yang pernah melakukan aksi kejahatan serupa dan ditahan tahun 2005. Yoris ditangkap di Bandara Soekarno Hatta, saat mau kabur ke Bengkulu , ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Pol Gatot Eddy Pramono yang didampingi Kabid Humas Kombes Pol Baharudin Djafar dan Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol. Gatot Edy Pramono, di Jakarta, Jumat (26/8) petang.
Gatot menjelaskan kawanan penggondol mesin ATM ini mengaku tujuh kali melakuan penjarahan mesin ATM dari bank Plat Merah, yang dilakuan antara Mei Agustus 2011. Keenam ATM itu,
ATM BNI di Indomart Pondok Rajeg Depok, ATM Mandiri di Alfamart Pulogebang Cakung, ATM BRI di BRI Cabang Cililitan, ATM BRI di Indomart Cipondoh Tangerang, ATM BNI di Ruan Medical Center Duren Sawit, dan ATM Bank Muamalat Cikeas, Cileungsi Bogor. Total uangnya sekitar Rp 368 juta
Komplotan ini terdiri 10 orang, empat diantaranya hingga kini masih dalam pengejaran. Usai menjarah mesin ATM, hasilnya langsung dibagi. Rata-rata setu orang mendapatkan Rp10 juta hingga Rp200 juta.
Hasil uang kejahatan itu umumnya dipakai foya-fota, seperti M Yahya dibelikan narkoba, dan lainnya untuk beli motor, mobil dan lainnya. Jika uangnya habis mereka kembali menjalankan aksi, katanya.
Terungkapnya kasis ini, lanjut Kasat Jatantras AKBP Helmmy Satika, berawal dari penangkapan tiga kawanan di kawasam Semper oleh anggota Polres Metro Jakarta Utara, yang mengetahui mereka sedang menurunkan mesin ATM hasil curian milik Kantor Cabang Pembantu Bank Muamalat di kawasan Cikeas, Bogor. Polisi berhasil menyelamatkan uang tunai sebesar Rp 152.850.000 dalam pecahan Rp 50.000 yang masih utuh dalam mesin itu.
Ketiga pelaku langsung dibawa ke Jantanras Polda Metro Jaya. Hasil pengembangan terungkap
bahwa Yoris sebagai dalang aksi penjarahan mesin ATM dari bank-bank pelat merah yang dianggap mudah dilepas baut-bautnya.
Hasil jarahan dari total tujuh kali aksi diperkirakan mencapai Rp 1 miliar. Paling banyak dari Jakarta Timur, paparnya.
Yoris ditangkap di Terminal 1B Bandar Udara Soekarno-Hatta, ketika hendak kabur ke rumah isterinya di Bengkulu, Selasa lalu. Dari tangannya, polisi menyita sepucuk revolver berikut uang tunai Rp 1 juta.
Kabarnya senjata pabrikan ini dibeli dari seseorang seharga Rp 5 juta. Pengakuannya senjata itu belum digunakan dan hanya untuk menakut-nakuti saja. Kami sedang kembangkan penjual senjata berinisial M," tegasnya.
Dari pengakuan Yoris, polisi membekuk M Yahya di rumah kontrakannya di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Karena melawan, sebuah pelor panas mengenai kakinya.
Dari tangan pelaku penjarahan mesin ATM berhasil disita 2 Mobil Toyota Avanva, Suzuki APV,
Yamaha Mio, Sepucuk senjata Revolver beserta tiga peluru, uang tunai Rp154 juta, rangkaian mesin ATM yang tersisa, sebuah tabung gas dan satu unit ATM. o end