Beritabatavia.com -
Wisatawan yang datang ke lokasi wisata Jembatan Cinta, di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Selatan resah. Pasalnya, obyek wisata adalan di wilayah tersebut yang dikelola organisasi masyarakat, sarat dengan pungli. Kondisi ini membuat wisatawan yang sedang berlibur mengaku kecewa. Apalagi tidak ada tindakan pemerintah dalam mengatasi masalah ini.
Harusnya pihak kecamatan dan kelurahan menertibkan ormas ini karena kami sangat resah dengan keberadaannya. Kami ini ingin menikmati libur setelah penat di Jakarta tapi kenapa sesampainya di lokasi wisata itu ada juga pungli, kata Risendi, salah seorang wisatawan dari Jakarta Barat.
Menurut dia, praktik pungli tersebut sudah lama didiamkan. Bahkan ada yang menyebut-nyebut hasil uang parkir yang didapat sekitar Rp 10 juta perbulan hanya dinikmati oknum ormas tersebut.
Katanya lahan itu milik pemda, kok pemerintah diam saja. Atau jangan-jangan dapat ‘upeti’ juga, ujarnya.
Selain wisatawan keluhan yang sama juga sampaikan Miftah, 32 warga Pulau Tidung. Menurutnya warga yang enggan disebut namanya itu juga mengaku kalau kelakukan sejumlah penjaga parkir juga kurang baik.
Meraka terkadang memaksa wisatawan membaya dengan cara kekerasan , ungkapnya seperti dilansir poskota.com, Sabtu (19/8).
Menanggapi keluhan itu Lurah Pulau Tidung Bunyamin berjanji akan menindaklajutinya. Kita akan segera menertibkan, dan pengelolaannya akan diserahkan oleh lembaga yang berkompeten di sini,kata lurah. o ee