Beritabatavia.com -
Puluhan polisi dari Polsek Cengkareng, Jakarta Barat, masih berjaga di lokasi keributan tepatnya di Kompleks Permana, Kedaung Kaliangke, Cengkareng atau yang dikenal dengan Kompleks Ambon. Penjagaan dilakukan, untuk mencegah keributan susulan dari dua kelompok yang bertikai pada Senin (26/9) dinihari.
Saat ini suasana kompleks relatif lebih terkendali. Namun, penjagaan tetap dilakukan oleh 20 anggota polisi berpakaian dinas dan preman.
Kapolsek Cengkareng, Kompol Rudy Reinewald, saat dikonfirmasi membenarkan adanya keributan antar dua kelompok yang berujung pada tewasnya dua orang berinsial YW (45) dan DS (28). Mereka tewas dengan kondisi mengenaskan akibat terkena tusukan dan bacokan benda tajam pada sekujur tubuh. Kedua korban tewas baru dapat diketahui pukul 04.00 dan pukul 08.00 tak juah dari Masjid Al-Ikhlas.
Memang benar ada keributan dan yang tewas dua orang. Tapi modus dan kronologisnya sampai saat ini masih dalam tahap penyelidikan. Sedangkan untuk korban yang luka saya belum tahu karena juga masih dalam tahap penyelidikan, ungkap Rudy, Senin (26/9).
Informasi yang didapat, keributan antar dua kelompok etnis dari kawasan timur tersebut, terjadi pukul 03.00. Saat itu belasan orang diketahui menyerang warga yang tinggal di komplek tersebut. Selain dua korban yang meninggal juga terdapat korban luka yaitu SF (41), MKS (46) dan seorang lainnya yang belum diketahui identitasnya menderita luka tusuk dan bacokan. Saat ini korban masih dirawat di RSUD Cengkareng.
Seperti sudah direncanakan tiba-tiba belasan orang yang sama-sama satu suku dan diduga saling kenal datang untuk menyerang. Dua orang yang tewas tersebut baru datang dari daerah dan baru tinggal di kompleks tersebut, ungkap warga yang enggan disebut namanya. O bjc