Beritabatavia.com -
PT MRT Jakarta menggandeng tim konsultan untuk memberi masukan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menyusun strategi manajemen lalu lintas terkait dengan pembangunan mass rapid transportation Lebak Bulus - Bundaran HI.
Manajemen dan rekayasa lalu lintas yang baik dibutuhkan untuk memperkecil dampak konstruksi. Konsultan ini akan membantu dalam menyusun kajian yang bertujuan menganalisis dampak lalu lintas yang diakibatkan oleh pembangunan MRT, kata Direktur Utama PT MRT Jakarta Tribudi Rahardjo.
Menurut Tribudi, manajemen rekayasa lalu lintas dibutuhkan untuk mengantisipasi dampak tersebut baik selama masa konstruksi maupun setelah beroperasinya MRT Jakarta.
Salah satu hal yang akan dikaji adalah kaitannya dengan pola operasional Transjakarta Busway yang bersinggungan pula dengan operasional yang dilakukan moda transportasi MRT Jakarta.
Ia memaparkan, tim konsultan tersebut akan terdiri atas para ahli di berbagai bidang seperti perencanaan kota, rekayasa lalu lintas, permodelan transportasi, manajemen transportasi dan ekonomi transportasi.
Tim tersebut, lanjutnya, dijadwalkan bekerja selama enam bulan dan diharapkan mampu membuat kesimpulan dari seluruh rangkaian analisis sebagai bahan pemikiran bagi PR MRT Jakarta dan pihak-pihak terkait.
Selain itu, ujar dia, tim konsultan itu juga diharapkan mampu menyusun rekomendasi dan skenario prioritas sehingga dapat diperoleh hasil yang maksimal terkait dengan jadwal dan tahap pembangunan sistem MRT Jakarta serta kaitan moda tersebut dengan sistem transportasi lainnya.
Kajian yang akan disusun oleh tim konsultan antara lain akan berisikan konsep manajemen dan rekayasa lalu lintas selama dan setelah konstruksi proyek MRT Jakarta di jaringan jalan daerah studi, prediksi sejumlah titik yang akan berdampak paling besar akibat pembangunan tersebut, dan mempersiapkan sejumlah jalur lalu lintas alternatif.
Kajian lainnya juga mencakup alternatif pengaturan terminal Lebak Bulus selama dan setelah konstruksi MRT Jakarta, alternatif pengaturan pola operasi Transjakarta Busway yang bersinggungan dengan operasi MRT Jakarta selama dan setelah konstruksi.
Hasil kajian ini akan menjadi bahan bagi instansi terkait baik Dinas Perhubungan DKI, PT MRT Jakarta maupun pihak-pihak lain dalam melaksanakan upaya minimalisasi dampak konstruksi terhadap lalu lintas di sepanjang koridor MRT Jakarta Tahap I Lebak Bulus - Bundaran HI, kata Tribudi. O brn