Beritabatavia.com -
Resufle Kabinet menelan korban. Belum dilantik menjadi Menteri Energi dan Sumber Daya
Mineral (ESDM), Jero Wacik sudah didemo dan dikecam habis-habisan. Sekitar 100 Massa
mengatasnamakan keluarga besar ESDM melakukan aksi unjukrasa mendukung Menteri ESDM Darwin Saleh dan menolak Jero Wacik sebagai Menteri ESDM.
Kami ingin mengawal reshuffle ini. Isu berkembang menteri ESDM akan diganti Jero Wacik.
Padahal, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata itu tidak becus bekerja, pariwisata makin jeblok dan kebudayaan makin kacau balau, tegas Rudiyanto, koordinator aksi saat orasi di depan kantor Kementerian Energi, Jakarta, Selasa (18/10).
Rudiyanto melanjutkan kinerja sebagai Menteri Pariwisata dan Kebudayaan tidak ada hasilnya. Jero Wacik tidak bisa menangani pengklaiman negara tetangga seperti batik, Reog Ponorogo, angklung. Juga memecah-belah insan perfilman, sehingga sineas Indonesia banyak mengembalikan Piala Citra.
Selain itu, Jero Wacik gagal Mengangkat Komodo menjadi Tujuh Keajaiban Dunia. Juga merusak Citus Majapahit dan menghamburkan dana di luar negeri dengan modus mempromosikan pariwisata Indonesia, padahal di negara itu hanya jalan-jalan serta menghambur-hamburkan uang negara, paparnya.
Kini, Jero Wacik diangkat menjadi Menteri ESDM yang tidak memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan jabatannya di Kementerian ESDM. Tidak logis dengan latar belakang pendidikan karena menteri ESDM harus sesuai dengan bidangnya, pariwisata saja tidak mampu apalagi memegang Kementrian ESDM, tegasnya.
Menurut Rudiyanto, pengangkatan Jero Wacik sebagai Menteri ESDM karena dari partai demokrat, yang berarti ada bagi-bagi kekuasaan di pemerintahan SBY-Boediono. Bagaimana negara ini bisa maju, kalau KKN masih terjadi, katanya.
Selain melakukan orasi, pengunjuk rasa juga membawa spanduk besar bertuliskan Kami
Cinta Darwin dan menggunakan berbagai jaket almamater berbagai universitas. Massa datang penggunakan tiga Metromini, satu buah truk berisi sound system dan satu genset dibawa untuk orasi. o end