Beritabatavia.com -
Pengaduan pelecehan seksual GN, pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN) terhadap 3 staf wanitanya, diduga kuat sengaja dipetieskan. Mengingat, sebulan lebih sejak dilaporkan hingga kini Polda Metro Jaya belum menetapkan status tersangka terhadap GN.
Ketiga staf GN yang mendapat pelecehan seksual melalui perkataan, meraba-raba tangan dan tubuh hingga alat vital korban, bahkan GN juga pernah menunjukan alat vitalnya di depan ketiga korban yakni AIF (22), NPS (29) dan AN (25). Sementara BPN hingga kini juga belum mengambil sikap terhadap pejabat mesum ini.
Nggak dipetieskan kok. Hingga kini penyidik Direskrimum Unit Remaja Anak dan Wanita (Renakta) yang menanggani laporan ini, masih melengkapi data-data, ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Baharudin Djafar, di Jakarta, Selasa (25/10).
Dilanjutkan, setelah data lengkap, kemudian menggelar perkara untuk mengetahui kekurangan atau kelemahan sehingga perlu diperbaiki berita acara pemeriksaanya.
Padaha, penyidik Polda Metro Jaya telah melakukan gelar perkara pertama untuk memutuskan apakah bisa laporan tersebut dilanjutkan atau tidak, dan hasilnya kasus ini tetap dilanjutkan. Penyidik juga sudah beberapa kali memanggil keterangan dari ketiga korban
Terakhir pada tanggal 17 Oktober lalu, penyidik kembali memanggil AN untuk mengkonfirmasi email miliknya, dimana di email tersebut ada surat elektronik dari pelaku yang mengakui perbuatannya dan meminta maaf ke korban.
Selain itu sejumlah barang bukti juga sudah diserahkan ke pihak kepolisian, salah satunya adalah video rekaman pengakuan dari pejabat GN. Namun menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, hal tersebut belum cukup kuat untuk menjadikan Direktur Pengaturan dan Penetapan Hak Tanah Badan Pertanahan Nasional (BPN) itu sebagai tersangka.
Kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh pejabat GN terhadap tiga staf wanitanya pertama kali dilaporkan pada tanggal 13 September 2011. Saat itu tiga staf wanita yakni AIF, NPS dan AN, tidak tahan dengan pelecehan seksual yang diterima dari atasannya tersebut.
ketiganya mengaku menjadi korban pelecehan seksual saat menjadi assisten pribadi GN. Bahkan, korban mengaku GN, melakukan pelecehan seksual saat hanya berdua saja dengan para korban, diruang kerja pribadinya. o end