Beritabatavia.com -
Kasus pelecehan seksual yang menimpa kaum perempuan saat menumpang bus TransJakarta, mengalami grafik kenaikan yang tajam jika dibandingkan tahun sebelumnya. Meski di dalam bus ada petugas yang menjaga pintu, namun keberadaannya hanya bertugas menjaga pintu bukan menjaga keamanan dan kenyamanan penumpang terutama kaum perempuan.
Juga, meski antrian antara laki-laki dan perempuan di bus Transjakarta sudah dipisah, namun pelecehan seksual tetap saja terjadi didalam perjalanannya.
Sepanjang tahun 2011, berdasarkan data Lembaga Bantuan Hukum Keadilan, telah terjadi 8 kasus pelecehan seksual di bus TransJ sepanjang 2011, jumlah ini melonjak dibandingkan tahun 2010 sebanyak 6 kasus.
Beberapa kasus pelecehan seksual di bus TransJ yang terjadi pada 2011 antara lain:
1. Pelecehan seksual dialami karyawati cantik, DK (34), yang berkantor di kawasan
Sudirman, Jaksel, pada 18 Maret 2011. Di tengah kepadatan penumpang, pelaku dengan
sengaja mengeluarkan alat kelaminnya dan menggesek-gesekkannya ke rok DK, seorang ibu
dengan dua anak. Pelaku AD pun ditangkap dan diamankan ke Polres Jaksel.
2. Evi (19) juga menjadi korban pelecehan seksual di bus TransJ. Peristiwa ini terjadi di
Halte Busway Sasak di Jl Panang, Kebon Jeruk, Jakbar, Senin (7/2) sore. Sepanjang
perjalanan, Evi merasa ada yang menggesek-gesek sesuatu ke celana jeans bagian
belakangnya. Karena bus penuh, Evi pun cuek saja. Beberapa saat kemudian, dia mendapati ada berkas sperma yang masih basah di bagian belakang celana jeansnya. Edi, si pelaku, langsung ditangkap.
3. Siswi sebuah SMK di Jakarta Pusat, IF (15), yang tengah menumpang bus rute Harmony-PGC menjadi korban pelecehan Ahmad Afriansyah (40). Ahmad kedapatan memegang pantat ABG tersebut, kejadian 23 November 2011
4. S (24), salah seorang karyawati sebuah kantor pengacara, menjadi korban pelecehan
seksual saat menumpang TransJ jurusan Kampung Melayu-Ancol. MH (44) yang juga menumpang bus yang sama tiba-tiba memegang tangan S dan menyeruh perempuan itu berbalik badan sembari melihat dada S. Petugas pun langsung mengamankan MH dan membawanya ke Mapolsek Jatinegara, kejadian ini terjadi 26 Juli 2011.
5. Seorang perempuan yang bekerja sebagai sekretaris disalah satu perusahaan. Korban mengalami tindak pelecehan didalam bus koridor 5 jurusan Ancol - Kampung Melayu pada Selasa (26/07/11) malam. Korban, sejak dari Terminal Senen, ia sudah didekati pelaku. Saat bus mulai syarat penumpang, pelaku mulai melirik kemudian memegang tangan korban. Setelah itu, korban dipaksa berbalik badan kearah pelaku.
6. 7 Februari, seorang mahasiswi berinisial E menjadi korban pelecehan seksual yang diduga dilakukan E. Peristiwa ini terjadi di koridor Lebak Bulus-Harmoni.
Direktur Bidang Divisi Advokasi LBH Keadilan, Halimah Humayrah Tuanaya, mengatakan pelecehan ini terjadi karena jumlah penumpang di setiap bus Transjakarta tidak dibatasi. Sehingga bus menjadi tempat yang nyaman bagi pelaku dalam melakukan pelecehan seksual.
LBH Keadilan meminta agar pengelola bus Transjakarta memperbanyak armadanya sehingga tidak terjadi penumpukan-penumpukan di dalam bus, sarannya. o end